Diabetes, Penyakit Mematikan Ketiga di Indonesia

TangselMedia – Dunia entertainment kembali berduka. Muhammad Fachroni atau yang lebih dikenal dengan nama Oon ‘Project Pop’ meninggal dunia pada Jumat 13 Januari 2017 pagi di kediamannya di Bandung, Jawa Barat.

alm. Fachroni saat dijenguk oleh kawan-kawannya (sumber: bintang.com)

Pria berusia 44 tahun ini meninggal, usai menjalankan ibadah shalat subuh bersama istrinya. Oon, begitu panggilan akrabnya, meninggal karena komplikasi penyakit diabetes yang dideritanya.

Sang istri tercinta, Dessy Rosalianita, atau yang akrab disapa Ocha, menuturkan penyebab penyakit diabetes hingga komplikasi ke ginjal, jantung dan liver yang menjangkiti Oon akibat pola makan yang tak dijaga. Ocha juga menuturkan bahwa Oon memiliki riwayat diabetes dari sang Ayah. Akibat dari kompilkasi tersebut, Oon harus melakukan cuci darah tiga kali dalam seminggu.

Berdasarkan data dari International Diabetes Federation (IDF) tahun 2015, Indonesia berada di urutan ke-7 sebagai negara dengan tingkat diabetes tertinggi di dunia, dengan jumlah pasien sekitar 10 juta orang. Angka ini diperkirakan akan terus meningkat hingga tahun 2040 menjadi 16,2 juta orang. Selain itu, berdasarkan data Sample Registration Survey 2014, diabetes sudah menjadi penyakit pembunuh nomor 3 di Indonesia dengan persentase 6,7 persen, saat ini.

Secara umum, penyakit Diabetes Melitus, terbagi menjadi dua, yaitu: diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2.

Diabetes tipe 1 merupakan penyakit akibat kelainan bawaan. Diabetes tipe 1 disebabkan karena organ pankreas seseorang tidak bisa memproduksi cukup insulin. Sementara diabetes tipe 2 adalah penyakit diabetes yang menyerang karena gaya hidup yang buruk. Untuk penyebab diabetes tipe 2, ada dua macam, yaitu organ pankreas mengalami penurunan produksi insulin atau resistensi insulin, dimana insulin yang diproduksi sudah tidak bisa bekerja dengan baik, pankreas memproduksi insulin yang cukup, tetapi tubuh tidak menggunakannya dengan benar.

Gejala yang umumnya melekat pada penderita diabetes ini diantaranya, intensitas buang air kecil yang meningkat, menjadi mudah lapar dan haus, tubuh menjadi lemas tidak bertenaga dan tubuh menjadi semakin kurus.

Anda dapat mengurangi resiko diabetes dengan menerapkan gaya hidup yang sehat dengan memperbaiki pola makan yang seimbang dan memerbanyak aktivitas fisik seperti olahraga. Mulailah mengurangi konsumsi makanan atau minuman yang memiliki kadar gula dan lemak yang tinggi. (FR)

Tags:
author

Author: 

Strongly passionate on: broadcasting, writing, photography and public speaking.

Related Posts

Leave a Reply