Ini Lho Kondisi Lengkap Seputar Kota Tangerang Selatan!

Berita Tangsel 0

TangselMedia.com – Tangerang Selatan adalah sebuah kota yang belum lama berdiri dan lokasinya tidak jauh dari ibukota Jakarat. Kota ini secara resmi berdiri pada era reformasi dan diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Mardiyanto pada masa itu tanggal 29 Oktober 2008.

geografis tangselKondisi Geografis

Kota yang berjarak kurang lebih 30 kilometer dari Jakarta ini berada di sebelah timur Provinsi Banten dengan posisi koordinat 106’38’-106’47’ bujur timur serta 06’13’30’—6’22’30’ bujur selatan.

Daerahnya dialiri oleh sungai Pesanggrahan, Angke, dan Cisadane yang menjadi batas daerah adminitrasi kota dengan wilayah lain yang ada di sebelah barat.

Sedangkan di timur dan utara berbatasan dengan DKI Jakarta. Oleh sebab itulah, banyak yang menyebutkan Tangerang Selatan merupakan daerah penyangga ibukota.

Bukan itu saja, kawasan ini juga dianggap wilayah paling strategis yang karena bisa dijadikan daerah penghubung antara DKI Jakarta dengan Provinsi Banten dan Provinsi Banten dengan Jawa Barat.

Kondisi Topografi dan Geologi

Sebagai daerah yang letaknya berada di dataran rendah, sebagian besar topografi kota ini juga berbentuk datar yang tingkat kemiringannya antara 0 hingga3%.

Namun khusus untuk daerah yang ada di Kecamatan Setu dan Pondok Are, tingkat kemiringan tersebut mempunyai ukuran lebih tinggi antara 3 hingga 8%. Kemudiaan untuk ketinggiannya, memiliki ukuran sekitar 0 hingga 25 mdpl.

Dilihat dari sisi geologinya, sebagian besar kawasan ini merupakan kawasan batuan alluvium, yaitu batuan yang terbentuk dari campuran kerikil, pasir, lanau, bongkah, karakal serta tanah liat atau lempung.

Batuan ini relatif lebih mudah digarap dan memiliki tingkat ketahanan atas erosi yang lebih tinggi. Karena itu, Tangerang Selatan sangat cocok dijadikan sebagai wilayah perkotaan.

Menurut sebaran tanahnya merupakan asosiasi latosol berwarna cokelat kemerahan dan merah. Jenis tanah seperti ini sebenarnya lebih cocok digunakan sebagai lahan pertanian. Akan tetapi, dalam perkembangannya ternyata tanah di kota ini banyak mengalami perubahan fungsi.

Hampir semua lahan dan tanah yang ada di daerah tersebut saat ini banyak yang difungsikan untuk kegiatan lain seperti pemukiman, pengembangan industri maupun aktivitas lainnya dan tidak memiliki hubungan dengan dunia pertanian.

Iklim dan Suhu Udara

Menurut hasil penelitan tahun 2010 yang dilakukan oleh Stasiun Geofisika Tangerang, daerah Tangerang Selatan merupakan sebuah kawasan yang temperatur atau suhu udaranya berkisar antara 23,4 hingga 34,2 derajat Celcius.

Suhu udara paling dingin pada umumnya berlangsung pada bulan oktober dan yang tertinggi atau terpanas terjadi pada bulan Februari, sedangkan kelembaban udaranya rata-rata berkisar 80& dengan intensitar matahari 49%.

Curah hujan paling tinggi sering terjadi di bulan Januari, mencapai 264,4 mm. Namun untuk satu tahun, rata-rata curah hujannya sekitar 154,9 mm saja.

Hujan lebih sering terjadi di bulan Desember yang mempunyai tingkat rata-rata sebanyak 19 hari. Yang terakhir, kecepatan arus angin dalam satu tahun berkisar antara 4,9 hingga 38,3 km per jam.

Semoga informasi ini bermanfaat ya bagi Anda yang belum tahu lebih jauh tentang Tangerang Selatan.

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply