Salim A. Fillah: Pilkada Jakarta 2017 Pertarungan Antara Haq dan Bathil

TangselMedia – Penulis buku-buku Islam terkenal yang juga seorang Ustadz muda asal Yogjakarta Salim A. Fillah mengajak umat Islam yang ada di Ibukota untuk mencermati dengan seksama fenomena pertarungan antara kebathilan dengan al-haq dalam kontestasi Pilkada DKI Jakarta 2017.

Hal tersebut dikatakannya saat ditanya oleh salah seorang jama’ah, saat mengisi ceramah Tabligh Akbar: Gerakan Pemuda Subuh (GPS), Sabtu 1 April 2017 di Masjid Raya Bintaro Jaya (MRBJ) Jalan Maleo, Bintaro Sektor 7, Pondok Aren, Tangerang Selatan.

Menurut da’i muda pemimpin Majelis Jejak Nabi ini, Pilkada DKI Jakarta adalah pertarungan dua kubu, yaitu antara pihak yang benar dengan yang zholim.

Salim A. Fillah saat memberikan ceramah di Masjid Raya Bintaro Jaya. (sumber foto: TangselMedia)

“Orang ini sudah banyak melanggar, yang paling parah melanggar sesuatu yang amat sangat berharga bagi kita, yaitu Al-Quran. Jadi Pilkada Jakarta ini, jelas pertarungan antara kebathilan dengan Al-haq dalam hal syiar islam”, kata Salim A. Fillah.

Penulis buku ‘Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan’ ini, juga mengingatkan umat Islam agar tidak offside dalam berjuang.

“Banyak saudara kita yang offside, melampaui batas dalam berjuang, yang nyebar hoax, dan ikut-ikutan mencaci maki, itu yang akan membuat umat Islam kalah. Berjuang secara sportif, menang kalah urusan Allah, tugas kita hanya berjuang”, jelasnya.

Salim A. Fillah sempat diberitakan secara luas, terkait dengan surat terbuka yang dikirimkannya. Surat terbuka pertama, dikirimkan oleh Salim A. Fillah kepada Prabowo Subianto, calon persiden dari Partai Gerindra pada Pilpres 2014 silam. Sedangkan surat terbuka kedua, dikirim dan tersebar secara luas, adalah surat terbuka kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla. (HJD)

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply