Solusi Efektif dengan teknologi Bioflok bagi Peternak Ikan Lele

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

TangselMedia.com – Menurut laman tangselpos, Dinas Perikanan dan kelautan (DPK) Kabupaten Tangerang ingin mengembangkan teknologi bioflok bagi peternak ikan lele. Tujuan pengembangan tersebut sekaligus salah satu usaha mendongkrak produksi ikan lele. Hal tersebut disampaikan Herry Wibowo, Kepala DPK Kabupaten Tangerang, akhir pekan lalu.

Teknologi bioflok tidak hanya bagus untuk mengembangkan potensi perikanan, menurt Herry, akan tetapu juga dapat membesar ikan-ikan lele yang ada. Seperti yang telah sukses dilakukan oleh Muhammad Daud, pembudidaya ikan lele di Kecamatan Cisauk.

“Pak Dauh sudah lebih dulu menerapkan mengembangkan teknologi ini. Pak Dauh juga sudah merasa merasakan kelebihan-kelebihan dan keunggulan-keunggungan teknologi ini,” paparnya.

Herry juga berjanji akan melibatkan Daud ketika mengadopsi teknologi itu. “Tentu saja Pak Daud akan membagikan dan menginformasikan ilmunya kepada pembudidaya ikan yang lain,” ungkap Herry.

Namun demikian, teknologi itu pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Oleh sebab itu, DPK siap menerima terhadap segala usulan dan saran terhadap perkembangan teknologi dan inovasi-inovasi di bidang budidaya ikan.

“Kalau ada teknologi yang baru dan hasilnya lebih baik misalnya, akan kami transformasikan kepada pembudidaya ikan di Kabupaten Tangerang. Namun untuk saat ini kita terapkan teknologi bioflok dulu,” ujar Heri.

Menurut Daud, ikan lele merupakan primodana karena banyak terkenal di masyarakat serta memiliki nilai jual ekonomi yang tinggi. Terbukti dengan selama 10 tahun Daud menjadi pembudidaya ikan lele dengan luas tahan 4.000 meter.

“Saya panen setiap 40 hari sekali. Setiap panen rata-rata delapan kwintal. Saya juga berharap kepada Pemkab Tangerang membantu memberikan dukungan sarana dan prasarana agar meningkatkan omset dan memperluas pemasaran,” ungkap Daud.

Yang dimaksud dengan teknologi biofolk pada budidaya ikan adalah suatu sistem pemeliharaan ikan dengan cara menumbuhkan mikro organusme dimana berfungsi sebagai mengolah limbah budidaya ikan lele itu sendiri. Dengan dibantu mikro organisme tersebut, data memberikan kultur bakteri non pathogen (Probiotik) serta pemasanan aerator untuk menyuplai oksigen sekaligus menduk air kolam.

“Sistem bioflok ini efektif dan mampu mendongkrak produktifitas karena dalam kolam yang sempit dapat di produksi ikan lele yang lebih banyak. Biaya produksi juga berkurang dan budidaya ikan juga relatif lebih singkat jika di bandingkan dengan budidaya secara konvensional,” ungkap Daud.

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply