Tumbuh Kembang Karakter Calon Gubernur

Nasional, Opini 0

ilustrasi-orang-menuju-tujuanTangselMedia.com – Dalam bahasa Yunani karakter disebut dengan “to mark” yang bermakna menandai dan memfokuskan bagaimana mengaplikasikan nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku. Sedangkan dalam bahasa Jawa disebut dengan “watek” yang bermakna ciri wanci, dan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia karakter adalah sifat-sifat kejiwaan, akhlak, atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan yang lain.

Menurut Doni Kusuma, karakter adalah ciri, karakteristik, gaya, atau sifat diri dari seseorang yang bersumber dari bentukan-bentukan yang diterima dari lingkungannya.

Menurut Wyne, karakter adalah menandai bagaimana cara memfokuskan pengaplikasian nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku.

Menurut Gulo. W , karakter adalah kepribadian ditinjau dari titik tolak etis atau moral, misalnya kejujuran seseorang, biasanya mempunyai kaitan dengan sifat-sifat yang relatif tetap.

Jadi, karakter adalah hasil dari pembentukan sifat yang terjadi berulang-ulang dilakukan sehingga melekat pada jiwa yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Karakter pada anak bisa ditumbuhkan, sedangkan karakter pada orang dewasa dapat ditumbuhkan dan dikembangkan.

Begitu pula karakter pada Calon Gubernur yang pasti sudah dewasa, sehingga mereka tinggal memunculkan karakter yang belum ada pada dirinya mulai hari ini. Sekaligus mereka dapat memekarkan karakter yang sudah melekat pada jiwa. Calon Gubernur tentunya harus memiliki karakter yang baik dimata Tuhan dan dimata masyarakat. Penulis yakin bahwa setiap Calon Gubernur mempunyai i’tikad baik untuk memajukan dan mensejahterakan rakyatnya. Untuk bisa memajukan dan mensejahterakan rakyatnya, Calon Gubernur diwajibkan memiliki karakter yang baik. Baik pertumbuhan maupun perkembangan karakter memerlukan waktu yang cukup lama. Proses yang lama akan membuahkan hasil yang sempurna.

Misalnya, Calon gunbernur yang berkarakter “blusukan”. Dia memperoleh karakter tersebut dari lingkungan sekitarnya. Calon Gubernur yang sering membantu masyarakat sekitarnya, sehingga lingkungan membuat cap pada diri sang Calon Gubernur dengan tulisan “blusukan”, dan apabila Calon Gubernur menanamkan karakter “jujur” maka masyarakat akan memberi predikat “jujur” tersebut. Mendapat predikat dari masyarakat tentunya membutuhkan waktu, setiap waktu terdapat proses, karena sesungguhnya proses tidak akan dikhianati hasil.

Seperti yang kita ketahui bahwa 2017 mendatang, akan ada pemilihan Gubernur Banten. Tentunya ekspektasi masyarakat mengenai kemajuan Banten begitu besar. Akan tetapi sebelum sampai pada harapan masyarakat, pemerintah beserta Calon Gubernur terlebih dahulu memperkenalkan para Calon Gubernur sedetail-detailnya kepada masyarakat. Pemerintah dan Calon Gubernur harus benar-benar menyuguhkan informasi sebanyak-banyaknya, serta kepada Calon Gubernur untuk unjuk gigi mengenai karakter masing-masing, sehingga masyarakat bisa benar-benar memilih dari hati nurani masyarakat itu sendiri. Masyarakat juga bisa membandingkan mana yang lebih baik untuk menjadi pemimpin daerah jika masyarakat mengetahui calon pemimpin sedalam-dalamnya. Sebab merujuk fenomena saat ini, banyak sekali masyarakat yang memilih pemimpin hanya ikut-ikutan saja dan bahkan hanya melihat rupa kecantikan / ketampanan saja.

Ketidak acuhan masyarakat juga membuat Calon Gubernur sulit untuk membeberkan karakternya. Kebanyakan masyarakat yang tidak perduli terhadap pemilihan Gubernur beranggapan kehidupan mereka tidak akan berubah. Adapula yang berceloteh “paling cuma janji manis, setelah terpilih pasti akan lupa”. Begitulah anggapan salah satu warga Bojong Renged, Tangerang. Kenyataan ini yang sungguh sangat disayangkan, karena mengingat sudah banyak masyarakat ditimpa rasa kekecewaan sehingga pemikiran tersebut menjadi paten dan berakar. Hal ini merupakan pekerjaan rumah Pemerintah, terutama Calon Gubernur untuk dapat mempresentasikan karakter sebaik-baiknya. Jika memang Calon Gubernur yang baik serta perduli terhadap rakyatnya maka yang dilakukan Calon Gubernur ialah memperkenalkan identitas serta karakter serinci mungkin, lalu menumbuhkan karakter baru agar jika terpilih nanti karakter tersebut sudah melekat, kemudian Calon Gubernur dapat mengembangkan karakter yang sudah ada. Kemudian, yang terakhir ialah menjalankan amanah dengan siddiq dan fathonah. (Malisa Qienan)

author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply