Yuk Santap Sambal Bawang Pedas Khas ‘Bebek Gendut’

Kuliner, Nasional 0

Bebek GendutTangselMedia.com – Bisnis kuliner masih menjadi salah satu bidang usaha yang banyak dilirik oleh para pengusaha. Salah satunya pengusaha milik Bebek Gendut yang berlokasi di Jalan Amin Jasuta No. 30, Kaloran Brimob, Kota Serang. Bebek Gendut adalah sasaran tempat wisata kuliner bagi para pecinta kuliner untuk membangitkan nafsu makan.

Dinda Noor Sofia selaku pemilik Bebek Gendut mengatakan bahwa Bebek Gendut yang berlokasi di Kota Serang ini didirikan pada September 2013. Dengan mengalami pergantian nama, akhirnya diresmikan menjadi Bebek Gendut pada tahun 2010 lalu hingga saat ini.

Dinda mempromosikan bahwa bebek goreng merupakan menu andalan rumah makan yang berlokasi di Kaloran Brimob. Karena bahan bebek yang digunakan harus bebek tua dan berukuran besar. Alasan perlu penggunaan bebek tua dan besar dikarenakan daging bebek tidak mudah hancur sekaligus membuat bumbu cepat meresap bila dibandingkan menggunakan daging bebek yang masih muda.

Sebagai penghilang rasa amis, bebek terlebih dahulu dibersihkan serta diungkep menggunakan racikan bumbu tradisional sehingga bumbu dapat meresap dan empuk. Setelah diungkep, bebek baru bisa diolah dengan cara dibakar ataupun digoreng sesuai dengan keinginan pengunjung, ungkap Dinda.

Bebek Gendut mempunyai keunggulan tiga kategori sambal pedas yang dapat disesuaikan dengan pesanan pengunjung, seperti sambal korek, sambal bakar, dan sambal ijo. Khususnya bila sajian bebek bertemu dengan sambal bawang yang pedas diikuti dengan tambahan sajian seperti tempe, tahu goreng, dan lalapan segar sekaligus memberikan sensasi kenikmatan lahap tiada duanya.

Dinda mengungkapkan bahwa rahasia dapur dari Bebek Gendut ini didapat dari ketiga sambel unggulan mereka, terutama sambel korek yang banyak diminati oleh pengunjung. Bahan yang digunakan untuk membuat sambal korek yaitu cabai, rawit, garam, dan bawang putih. Semua bahan diulek dalam cobek kemudian disiram dengan minyak goreng panas bekas menggoreng bebek.

Lalu perbedaan di antara ketiga sambel unggulan Bebek Gendut terdapat dari rasa dan bahannya. Untuk sambal korek memiliki aroma yang wangi karena menggunakan bawang putih. Sementara sambal bakar memiliki ciri khas rasa manis dan perlu dibakar bahan-bahannya terlebih dahulu. Sementara sambal ijo merupakan sambal gurih karena menggunakan terasi. Bebek Gendut rencananya pada awal bulan Desember, akan mengeluarkan varian sambel baru, yakni sambal kosek yang terdiri dari perpaduan ketiga sambal mereka sebelumnya, sambung Dinda.

Dinda menjelaskan bahwa selain menyajikan menu bebek yang spesial, pihaknya juga menyuguhkan jamu favorit. Jadi berbagai jamu tradisional hadir di Bebek Gendut, antara lain jamu beras kencur, wedang jahe, dan kunyit jahe. Alasan Bebek Gendut menghadirkan sajian jamu sebagai media untuk menetralisir setelah pengunjung memakan menu bebek.

Bagaimana tidak membangkitkan selera makan apabila para pengunjung disuguhkan dengan menu tersebut. Sehingga pengunjung perlu bersiap-siap untuk mengantri dan menunggu penyajian makanan sampai datang, mengingat banyak sekali pecinta Bebek Gendut ini.

Dinda menjelaskan bahwa sebelum menu bebek disajikan ke tangan konsumen, pihak mereka terlebih dahulu mensortir semua bebek yang layak atau tidak layak digunakan. Selain itu, bebek juga diuji kesehatan dan higienitasnya bebas dari virus yang membahayakan. Baru setelah proses sortiran lolos, hewan-hewan tersebut dikelola oleh para koki professional yang mampu menyajikan menu bebek menjadi bernilai tinggi.

Dinda tidak ingin dalam proses pensortiran ada yang kurang, apabila ada langkah yang terlewat maka bisa mengubah cita rasa semua sajian hidangan bebek nanti, sambung Dinda.

Harga yang ditawarkan pada menu Bebek Gendut ini cukup terjangkau, karena mereka memiliki menu paket Hemat (menggunakan bebek berukuran kecil), dilepas dengan harga Rp. 20.000,- sampai Rp 30.000,- per porsi. Sedangkan dengan menggunakan bebek besar dijual dari harga Rp. 25.000,- hingga Rp. 27.000,- per prosi termasuk bebek dan nasi. Lalu menu tambahannya seperti cah kangkung dibanderol dengan harga Rp. 10.000,- per 2 prosi, sup bebek seharga Rp. 15.000,- per porsi. Lalu menu tambahan seperti tempe penyet dan sambel bakar cuma seharga Rp. 5.000,- per porsi. Sedangkan bila pengunjung ingin menambah porsi sambal hanya dikenai tambahan sejumlah Rp. 3.000,- hingga Rp. 5.000,-.

Hebatnya di Bebek Gendut, konsumen sudah bisa delivery order dengan dikenakan biaya sebesar Rp. 5.000,- bila pemesanan hingga Rp. 100.000,-. Sedangkan untuk pemesanan di atas Rp.100.000,- konsumen tidak dikenakan biaya pengantaran alias gratis.

Dinda berharap dengan masuknya Bebek Gendut di tengah masyarakat mampu menjadi brand yang selalu menjadi favorit kuliner masyarakat Banten. Sekaligus dapat menambah sajian dunia kuliner di Kota Serang, ujar Dinda.

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply