TangselMedia-Universitas Pamulang kembali mengadakan kegiatan Seminar Online atau yang sering kita dengar dengan webinar, sebagai bentuk sosialisasi pengetahuan dan pengembangan skill yang nantinya dapat digunakan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja atau penambahan ilmu sendiri. Dewasa ini tak sedikit dari mahasiswa yang seringkali gugup dan merasa tak percaya diri ketika berbicara di depan banyak orang. Rasa grogi yang seringkali muncul dapat menyebabkan performa dalam menyampaikan materi di depan khalayak umum tidak maksimal sehingga hal tersebut tentu saja sangat merugikan ataupun mengganggu mahasiswa itu sendiri.

Public speaking sendiri merupakan keterampilan penting yang dibutuhkan mahasiswa, baik dalam kegiatan akademik maupun organisasi. Namun, bagi mahasiswa introvert, berbicara di depan umum sering kali menjadi tantangan besar karena kecenderungan merasa cemas, gugup, atau kurang percaya diri. Meskipun demikian, kemampuan public speaking tetap dapat dikuasai melalui strategi yang tepat dan latihan yang konsisten.
Mahasiswa introvert pada dasarnya memiliki kelebihan, seperti kemampuan berpikir mendalam, persiapan yang matang, serta kepekaan terhadap situasi. Keunggulan ini dapat menjadi modal utama dalam membangun kemampuan berbicara di depan umum yang efektif. Oleh karena itu, penting untuk memahami bahwa introvert bukanlah hambatan, melainkan karakter yang dapat dikelola dengan baik.

Salah satu cara efektif untuk mengatasi rasa grogi adalah dengan melakukan persiapan yang matang. Mahasiswa perlu memahami materi yang akan disampaikan secara menyeluruh agar lebih percaya diri saat berbicara. Selain itu, membuat kerangka atau poin-poin utama juga membantu menjaga alur penyampaian tetap terstruktur. Persiapan yang baik akan mengurangi ketidakpastian yang sering menjadi penyebab utama rasa gugup.
Latihan secara rutin juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan kemampuan public speaking. Mahasiswa dapat berlatih di depan cermin, merekam diri sendiri, atau mencoba berbicara di hadapan teman dekat. Melalui latihan, individu dapat mengenali kekurangan serta meningkatkan kejelasan suara, intonasi, dan bahasa tubuh. Semakin sering berlatih, tingkat kecemasan akan semakin berkurang.
Teknik pernapasan juga dapat digunakan untuk mengontrol rasa gugup. Sebelum tampil, menarik napas dalam-dalam secara perlahan dapat membantu menenangkan pikiran dan tubuh. Selain itu,
menjaga kontak mata dengan audiens secara bergantian dan menggunakan bahasa tubuh yang terbuka dapat meningkatkan kepercayaan diri sekaligus menciptakan kesan yang lebih meyakinkan.
Selain itu, penting bagi mahasiswa introvert untuk mengubah pola pikir terhadap public speaking. Alih-alih melihatnya sebagai ancaman, kegiatan ini sebaiknya dipandang sebagai kesempatan untuk berbagi ide dan pengetahuan. Dengan pola pikir yang positif, tekanan yang dirasakan akan berkurang, sehingga penyampaian materi menjadi lebih natural.
Sebagai penutup, public speaking bukanlah kemampuan yang hanya dimiliki oleh individu ekstrovert. Mahasiswa introvert pun dapat menjadi pembicara yang efektif dengan memanfaatkan kelebihan yang dimiliki, melakukan persiapan matang, serta berlatih secara konsisten. Dengan pendekatan yang tepat, rasa grogi dapat dikendalikan, sehingga komunikasi di depan umum menjadi lebih percaya diri dan berdampak.***
Kontrinbutor : Destika Virdana dan Naurah Angel Khalilah Iskandar (Mahasiswa Universitas Pamulang)
Baca juga: Pemanfaatan Teknologi Mesin dalam Mendukung Transisi Energi Bersih
Baca juga: Daftar Alamat SMA Dan SMK Negeri Di Tangerang Selatan 2026
Baca juga: Panduan Lengkap Memilih Hunian dan Lokasi Bisnis di Bumi Serpong Damai (BSD City)
Baca juga: Festival Wisata Kuliner Nusantara Bulan Bung Karno Digelar di Pamulang Square
Baca juga: Perkembangan Teknologi Kendaraan Listrik dan Dampaknya terhadap Industri Otomotif






