IDEAS: 2026 Harus Jadi Titik Balik Pembenahan Ekosistem Ojol

Hajad

0 Comment

Link

TangselMedia – Institute for Demographic and Affluence Studies (IDEAS) menilai tahun 2026 harus menjadi momentum pembenahan menyeluruh ekosistem transportasi daring (ride hailing) di Indonesia.

Setelah hampir satu dekade berkembang, industri ini dinilai masih menyisakan persoalan serius, terutama terkait kesejahteraan dan perlindungan kerja pengemudi ojek online (ojol).

Peneliti IDEAS, Muhammad Anwar, menegaskan negara tidak bisa lagi bersikap parsial dan reaktif dalam mengatur sektor ini. Menurutnya, dibutuhkan kebijakan komprehensif dan berkeadilan sosial untuk melindungi jutaan pengemudi.

“Tahun 2026 harus menjadi titik balik pembenahan ekosistem ride hailing secara komprehensif. Negara harus hadir melindungi kesejahteraan pengemudi,” ujar Anwar, Rabu (14/1/2026).

IDEAS mengusulkan lima agenda reformasi utama. Pertama, pembenahan data pengemudi ojol yang otoritatif sebagai dasar kebijakan kesejahteraan dan bantuan sosial. Kedua, penghentian praktik potongan berlebih, tarif promosi destruktif, serta skema berbayar yang merugikan pengemudi.

Ketiga, percepatan regulasi kuat dan komprehensif melalui undang-undang, bukan hanya Peraturan Presiden yang bersifat sementara. Keempat, adopsi prinsip kerja layak (decent work) dalam regulasi, mencakup upah layak, jam kerja manusiawi, keselamatan kerja, dan perlindungan sosial.

Kelima, pengakuan dan perlindungan hak berserikat bagi pengemudi ojol untuk memperkuat posisi tawar mereka terhadap platform aplikasi.

“Tanpa penguatan hak kolektif, kesejahteraan pengemudi akan selalu rapuh. Negara harus menjamin hak pengemudi untuk berserikat dan berunding,” tutup Anwar. (Dul)

Share:

Related Post