TangselMedia-Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang (UNPAM) kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan teknologi yang dimiliki oleh civitas akademika. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh program pendampingan literasi digital terhadap kemampuan belajar dalam mengelola informasi. PKM kali ini berfokus pada peningkatan literasi digital, menyasar siswa/i di MTs Nurul Huda. Diharapkan, melalui program ini, siswa dapat memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengelola informasi di era digital.
Kegiatan PKM dilaksanakan pada tanggal 23 Juli 2025 bertempat di MTs. Nurul Huda, dengan tema ’’Inovasi Pendidikan Hybrid Learning dan Literasi Digital’’ Tim pelaksana kegiatan diketuai oleh Azizah Ayu Ashary dengan anggota pelaksana Bintang Laksana Putra dan Dinda Kinasih. Didampingi oleh dosen pembimbing Fadillah, S.I.Kom,. M.M. Program ini melibatkan siswa/i sebagai peserta utama. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi interaktif dan sesi diskusi mengenai identifikasi informasi kredibel, bahaya hoaks, serta etika digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman dan keterampilan siswa dalam memilah, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara bertanggung jawab di era digital. Program ini diharapkan dapat menjadi bekal penting bagi siswa dalam menghadapi tantangan informasi di masa kini.
Siswa/i sebagai agen perubahan di masa depan, perlu dibekali dengan literasi digital yang memadai agar mampu menjadi konsumen dan produsen informasi yang cerdas. Kurangnya pemahaman tentang literasi digital dapat menyebabkan siswa/i rentan terhadap disinformasi, misinformasi, bahkan kejahatan siber. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini hadir sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian, untuk memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan literasi digital siswa. Program ini berfokus pada pendampingan yang bertujuan untuk melihat pengaruhnya terhadap kemampuan siswa MTs. Nurul Huda dalam mengelola informasi di tengah derasnya arus informasi digital.
Program pendampingan literasi digital dirancang dengan pendekatan interaktif dan partisipatif. Materi yang disampaikan meliputi: Pengenalan Literasi Digital: Memahami konsep dasar literasi digital dan pentingnya di era modern, Bagaimana Cara Membedakan Hoaks dan Fakta: Siswa diajarkan teknik-teknik dasar untuk mengidentifikasi berita palsu atau hoaks, termasuk dengan memeriksa sumber, tanggal publikasi, dan keabsahan informasi, Serta Dalam Pengelolaan Jejak Digital: Pentingnya menjaga privasi dan keamanan data pribadi di internet, serta pemahaman tentang dampak jangka panjang dari jejak digital yang ditinggalkan, dan Pemanfaatan Media Sosial secara Positif: Panduan tentang bagaimana menggunakan media sosial sebagai alat untuk belajar, berkreativitas, dan berinteraksi secara sehat, bukan hanya sebagai sarana hiburan.
Metode penyampaian materi dilakukan melalui presentasi yang menarik, diskusi kelompok, studi kasus, dan sesi tanya jawab interaktif. Evaluasi program ini dilakukan melalui observasi partisipasi siswa selama kegiatan dan umpan balik langsung dari peserta untuk mengukur pemahaman dan perubahan perilaku mereka dalam mengelola informasi. Kegiatan pendampingan literasi digital di MTs. Nurul Huda disambut dengan antusiasme yang tinggi dari para siswa/i dan pihak sekolah. Siswa menunjukkan minat yang besar terhadap materi yang disampaikan, terutama mengenai cara mengenali hoaks dan tips aman berinternet. Sesi diskusi berjalan aktif, di mana siswa/i berani mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman mereka terkait informasi yang pernah mereka temui di media sosial.

Melalui program ini, terjadi peningkatan pemahaman yang signifikan pada siswa terkait pentingnya literasi digital. Mereka mulai menyadari bahwa tidak semua informasi yang beredar di internet dapat langsung dipercaya. Siswa/i diajarkan langkah-langkah praktis untuk memverifikasi informasi, seperti memeriksa sumber, membandingkan dengan berita dari media terkemuka, dan mencari fakta pendukung. Hal ini secara langsung mempengaruhi kemampuan mereka dalam memilah informasi yang relevan dan kredibel. Selain itu, program ini juga berhasil meningkatkan kesadaran siswa/i akan bahaya hoaks dan disinformasi. Mereka diberikan contoh-contoh kasus hoaks yang sering beredar dan diajak untuk menganalisis mengapa informasi tersebut tidak dapat dipercaya. Diskusi mengenai etika digital juga membuka wawasan siswa tentang pentingnya menjaga privasi, menghormati hak cipta, dan menghindari perundungan siber. Kemampuan siswa dalam mengelola informasi juga terlihat dari bagaimana mereka mulai berpikir kritis sebelum membagikan informasi di platform digital.

Pihak sekolah, khususnya guru, juga mengapresiasi program ini karena dinilai sangat relevan dengan kebutuhan siswa/i di era digital saat ini. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk membekali siswa dengan keterampilan yang esensial dalam menghadapi tantangan informasi di masa depan. Berdasarkan hasil pelaksanaan program, dapat disimpulkan bahwa program pendampingan literasi digital memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan siswa MTs. Nurul Huda dalam mengelola informasi. Siswa menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam memilah informasi kredibel, mengenali hoaks, serta menggunakan informasi secara etis dan bertanggung jawab.
Program ini terbukti efektif dalam membekali siswa dengan kemampuan literasi digital yang esensial di era informasi. Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan dapat tercipta sinergi yang kuat antara perguruan tinggi dengan sekolah menengah dalam upaya mencetak generasi muda yang tidak hanya pandai teknologi, tetapi juga cerdas dan kritis dalam mengelola informasi, generasi muda yang unggul siap menghadapi tantangan zaman. Program ini juga diharapkan dapat menjadi model bagi kegiatan serupa di masa depan, agar dampak positifnya dapat terus meluas. Artikel ini disusun sebagai dokumentasi kegiatan sekaligus informasi bagi masyarakat umum, khususnya civitas pendidikan, tentang pentingnya literasi digital dan kemampuan mengelola informasi di era modern.***






