TangselMedia — Pimpinan Pusat Ikatan Dai Indonesia (IKADI) menegaskan pentingnya peran dakwah yang tidak hanya dibebankan kepada para ustaz atau penceramah, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh umat Islam lintas profesi.
Hal tersebut disampaikan Pimpinan Pusat IKADI Dr. KH. Atabik Luthfi yang menekankan bahwa setiap individu memiliki ruang dan cara masing-masing untuk berdakwah sesuai dengan profesi dan kapasitasnya.
“Dakwah tidak harus selalu dari mimbar. Siapa pun kita—guru, pedagang, pejabat, jurnalis, pekerja, hingga pelaku usaha—semuanya bisa dan harus menjadi da’i melalui akhlak, integritas, dan keteladanan,” ujarnya saat ditemui usai mengisi acara Tabligh Akbar di Masjid Al Mujahidin Pamulang, Jumat, (6/2/2026).
Menurut KH Atabik, tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut pendekatan dakwah yang lebih inklusif dan membumi. Dakwah dinilai akan lebih efektif ketika nilai-nilai Islam tercermin langsung dalam perilaku sehari-hari di ruang publik dan dunia profesional.
Ia juga menekankan bahwa dakwah lintas profesi menjadi kunci dalam membangun peradaban yang berakhlak, toleran, dan berkeadaban. Dengan dakwah berbasis keteladanan, pesan Islam dapat diterima lebih luas tanpa harus bersifat menggurui.
“Setiap profesi adalah ladang dakwah. Ketika nilai kejujuran, amanah, dan kepedulian sosial hadir dalam pekerjaan, di situlah dakwah berjalan secara nyata,” tambahnya.
KH. Atabik mengajak seluruh elemen umat Islam untuk menyadari peran strategis tersebut dan menjadikan profesi sebagai sarana ibadah sekaligus media dakwah demi kemaslahatan umat dan bangsa. (Dul)






