TangselMedia — Majelis Ormas Islam (MOI) menggelar aksi bertajuk “Berjuta Doa dan Bela untuk Para Syuhada dan Al Aqsa” sebagai bentuk belasungkawa sekaligus solidaritas terhadap berbagai peristiwa kemanusiaan yang terjadi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Aksi tersebut dilakukan di depan Kedubes Amerika Serikat di Jakarta Ahad, (5/4/2026) diikuti oleh massa dari berbagai organisasi kemasyarakatan Islam yang tergabung dalam MOI.
Mereka berkumpul untuk memanjatkan doa serta menyuarakan dukungan terhadap para syuhada, termasuk tiga prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon Selatan.
Dalam pernyataan sikapnya, MOI menegaskan bahwa gugurnya prajurit TNI merupakan duka mendalam bagi bangsa Indonesia. Mereka mendoakan agar para prajurit yang wafat mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Selain itu, massa aksi juga menyoroti situasi di Masjid Al Aqsa yang disebut telah mengalami penutupan lebih dari 30 hari. Kondisi tersebut dinilai sebagai pelanggaran terhadap kebebasan beragama dan hak asasi manusia, serta bentuk penodaan terhadap kesucian tempat ibadah umat Islam.
MOI juga mengkritisi kebijakan yang dinilai melegalkan tindakan kekerasan terhadap tahanan Palestina.
Dalam pernyataannya, mereka menilai hal tersebut sebagai pelanggaran terhadap prinsip hukum internasional dan nilai-nilai kemanusiaan.
Dalam sikap resminya, MOI menyampaikan empat poin utama:
Menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya prajurit TNI dalam misi perdamaian dunia, serta mendoakan agar mereka mendapat kemuliaan sebagai syuhada.
Menyatakan keprihatinan dan kemarahan atas berbagai bentuk ketidakadilan dan kekerasan yang menimpa rakyat Palestina.
Mengecam keras tindakan yang dinilai sebagai kejahatan kemanusiaan, termasuk penutupan tempat ibadah dan perlakuan terhadap tahanan Palestina.
Mendesak komunitas internasional untuk segera mengambil langkah konkret dalam menghentikan konflik serta memberikan perlindungan bagi warga sipil dan pasukan perdamaian.
Aksi ditutup dengan doa bersama dan seruan takbir yang menggema dari para peserta sebagai bentuk solidaritas dan harapan akan terciptanya perdamaian dunia. (Dul)






