TangselMedia – Pada hari Kamis s.d Sabtu (24 s.d 26/9/2026), telah dilaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) oleh Dosen dan Mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Pamulang. Kegiatan ini dilakukan dengan tema “Penerapan Konsep 5S dalam Upaya Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas Produksi bagi Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menenegah (UMKM) di Desa Bulakan, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang”.
Acara pembukaan kegiatan PKM ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Bulakan, Bapak Ipo Ardiansyah, yang menyambut antusias inisiatif dari pihak akademisi. Tim pengabdian masyarakat ini diketuai oleh Bapak Taufik, S.T., M.T., dengan anggota Dosen Bapak Agus Taufik, S.T., M.T., serta dibantu secara aktif oleh para mahasiswa berdedikasi yaitu Sandi Wijaya, dan Wisnu Hadrian Pratama. Kehadiran kolaboratif antara Dosen dan Mahasiswa ini merupakan wujud nyata dari pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi yang bertujuan untuk memberikan solusi konkret atas permasalahan yang dihadapi oleh Masyarakat Desa Bulakan, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang.

Desa Bulakan dikenal sebagai wilayah pesisir yang strategis. Secara Geografis, Desa ini berbatasan langsung di sebelah barat dengan Laut Selat Sunda. Kondisi ini memberikan keuntungan luar biasa berupa akses yang melimpah terhadap komoditas perikanan dan hasil laut. Aktivitas ekonomi masyarakat di desa ini sangat bertumpu pada sektor perikanan, di mana para nelayan dan pelaku UMKM bahu-membahu mengolah hasil tangkapan menjadi produk bernilai tambah seperti ikan asin, kerupuk ikan, abon ikan, hingga berbagai olahan makanan laut lainnya.
Dibalik potensi yang melimpah tersebut, UMKM pengolahan hasil laut di Desa Bulakan masih dihadapkan pada sejumlah kendala klasik. Berdasarkan hasil observasi dan analisis situasi yang dilakukan oleh tim PKM UNPAM, model bisnis mitra UMKM di kawasan ini masih sangat didominasi oleh kegiatan produksi skala mikro dengan teknologi yang relatif sederhana. Proses produksi dan pencatatan usaha, mulai dari jumlah bahan baku, barang dalam proses, produk jadi, hingga tingkat kecacatan produk, mayoritas masih dilakukan secara manual atau bahkan mengandalkan ingatan semata. Pengendalian kualitas sering kali hanya bergantung pada pemeriksaan visual tanpa adanya dokumentasi yang terstruktur.
Akibatnya, pelaku usaha sering kali kesulitan untuk mengukur kapasitas produksi aktual, menghitung efisiensi proses, hingga menentukan biaya produksi dan tingkat produktivitas secara akurat. Di sinilah peran akademisi Universitas Pamulang hadir untuk menjembatani bagaimana cara meningkatkan Produktifitas dan kualitas hasil produksi dari UMKM tersebut, melalui penerapan konsep 5S dalam upaya meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pengolahan ikan, maka peran konsep 5S ini sangat mendukung keberlangsungan pelaku UMKM di Desa Bulakan, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang.
Ketua Pengabdian, Taufik, S.T., M.T., dalam paparannya menjelaskan bahwa penerapan metode 5S tidak hanya bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan tertata, tetapi juga mendorong perubahan perilaku dan pola pikir karyawan. Lingkungan kerja yang rapi dan teratur dapat meningkatkan motivasi kerja, mempercepat proses kerja, serta meminimalisir risiko kesalahan dan kecelakaan kerja.
Tantangan implementasi 5S tidak dapat diabaikan, khususnya pada sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Keterbatasan sumber daya manusia, rendahnya kesadaran akan pentingnya standarisasi kerja, serta belum adanya budaya disiplin menjadi hambatan utama dalam menerapkan metode ini secara berkelanjutan. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji bagaimana metode 5S dapat diadaptasi dalam konteks UMKM yang memiliki karakteristik berbeda dibandingkan perusahaan besar. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk menggambarkan secara sistematis penerapan metode 5S sebagai strategi dalam meningkatkan efisiensi kerja di lingkungan UMKM, di Desa Bulakan. Pendekatan yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah penyuluhan dan diskusi langsung dengan warga desa bulakan sebagai pemilik serta pekerja di UMKM terkait. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis berupa model implementasi 5S yang sederhana namun efektif, yang dapat direplikasi oleh pelaku UMKM lainnya. Selain itu, diharapkan juga dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya penerapan konsep 5S yang efisien, bersih, dan terstandar dalam mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis UMKM di Indonesia.
Desa Bulakan merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Berdasarkan informasi Pemerintah Kecamatan Cinangka, Desa Bulakan merupakan wilayah dengan karakteristik pesisir/nelayan, dengan kondisi geografis berupa perpaduan dataran rendah dan dataran tinggi. Desa ini memiliki luas wilayah sekitar 644 hektare (6,44 km²) dan berada pada koordinat sekitar 105,8482° Bujur Timur dan 6,199163° Lintang Selatan. Secara geografis, Desa Bulakan memiliki posisi yang cukup strategis karena berada di kawasan pesisir dan berbatasan langsung dengan Selat Sunda. Kondisi tersebut memberikan karakteristik tersendiri terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat, khususnya dalam pemanfaatan sumber daya alam dan aktivitas ekonomi berbasis pesisir.
Berdasarkan data Pemerintah Kecamatan Cinangka yang bersumber dari GIS Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, pada Semester I tahun 2023 Desa Bulakan memiliki jumlah penduduk sebanyak 4.429 jiwa, terdiri atas 2.322 laki-laki dan 2.197 perempuan. Jumlah kepala keluarga tercatat sebanyak 1.575 KK, sedangkan penduduk wajib KTP sebanyak 3.220 jiwa. Seara administratif, masyarakat Desa Bulakan tersebar dalam 20 RT dan 6 RW. Data BPS Kabupaten Serang dalam Kecamatan Cinangka Dalam Angka 2024 mencatat jumlah penduduk Desa Bulakan tahun 2023 sebanyak 4.461 jiwa, terdiri atas 2.245 laki-laki dan 2.216 perempuan. Perbedaan angka dengan data administrasi Dukcapil tersebut perlu diperhatikan dalam proposal dan sebaiknya disesuaikan dengan data terbaru yang diberikan oleh Pemerintah Desa. Permasalahan yang Timbul di Desa Bulakan adalah terdapat banyak potensi wirausaha yang belum tersalurkan dan juga belum sepenuhnya mendapatkan bimbingan untuk berlatih membuat inovasi bagaimana cara membuat produk yang dapat diperjual belikan, yang dapat bernlai tinggi seperti kebutuhan pokok, yang saat ini dibutuhkan adalah bagaimana cara membuat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang dapat mengangkat perekonomian Masyarakat Desa Bulakan.

Kegiatan PKM ini dilaksanakan melalui beberapa rangkaian acara pertama-tama pembukaan acara dilaksanakan oleh Moderator Bapak Wanto, S.T., M.T kemudian sambutan dari Kepala Desa Bulakan oleh Bapak Ipo Ardianysah, dan dalam sambutanya beliau mengatakan bahwa masalah UMKM ini adalah masalah yang begitu mendukung kondisi kehidupan Masyarakat, maka dengan adanya PKM yang dilakukan oleh beberapa Dosen Teknik Industri Universitas Pamulang sangat membantu, terutama masalah Pelatihan dan Penyuluhan Penerapan Konsep 5S dalam Upaya Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas Produksi bagi Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menenegah UMKM) di Desa Bulakan, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Tangerang. Kegiatan PKM ini sangat berguna bagi masyarakat setempat mengingat Masyarakat sudah lama mengharapkan adanya bimbingan dalam penyuluhan bagaimana cara membuat kemasan produk yang berdaya saing global di lingkungan sekitar Desa Bulakan, kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan dari Ketua Pengusul PKM, yang dalam hal ini disampaikan Bapak Taufik, S.T., M.T. dilanjutkan penyampaian materi bagaimana cara Penerapan Konsep 5S dalam Upaya Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas Produksi bagi Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menenegah UMKM) di Desa Bulakan, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Tangerang.
Berikut adalah Penerapan Konsep 5S dalam Upaya Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas Produksi bagi Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menenegah UMKM) di Desa Bulakan, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Tangerang yang dapat dilakukan, yaitu:
- Pendahuluan
Dalam dunia industri dan organisasi, lingkungan kerja yang tertata, bersih, aman, dan nyaman merupakan salah satu faktor penting untuk meningkatkan produktivitas. Salah satu metode yang banyak diterapkan untuk menciptakan lingkungan kerja yang efektif adalah konsep 5S. Konsep ini berasal dari Jepang dan menjadi bagian penting dalam penerapan budaya kerja, khususnya dalam sistem Lean Manufacturing dan manajemen kualitas. 5S bukan sekadar kegiatan membersihkan tempat kerja, tetapi merupakan metode untuk membangun kebiasaan kerja yang disiplin, efisien, dan berkelanjutan.
2. Pengertian Konsep 5S
5S adalah metode pengelolaan tempat kerja yang terdiri dari lima prinsip dasar dalam bahasa Jepang, yaitu:
1. Seiri (Ringkas)
Memisahkan barang yang diperlukan dan tidak diperlukan di tempat kerja.
2. Seiton (Rapi)
Menata barang yang diperlukan agar mudah ditemukan, digunakan, dan dikembalikan.
3. Seiso (Resik)
Membersihkan lingkungan kerja dan peralatan secara rutin.
4. Seiketsu (Rawat)
Membuat standar agar kondisi ringkas, rapi, dan resik dapat dipertahankan.
5. Shitsuke (Rajin)
Membentuk kedisiplinan dan kebiasaan untuk menjalankan empat prinsip sebelumnya secara konsisten.
3. Tujuan Penerapan 5S
Penerapan konsep 5S memiliki beberapa tujuan utama:
- Menciptakan lingkungan kerja yang bersih, rapi, dan nyaman.
- Meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja.
- Mengurangi pemborosan waktu dan tenaga.
- Mengurangi risiko kecelakaan kerja.
- Mempermudah pencarian dan penggunaan peralatan.
- Meningkatkan kualitas hasil pekerjaan.
- Membangun budaya kerja disiplin dan bertanggung jawab.
Tahapan Konsep 5S / 5R
- Seiri (Ringkas):
- Konsep: Memisahkan barang yang diperlukan dan yang tidak diperlukan di area kerja.
- Implementasi UMKM: Singkirkan peralatan rusak, bahan baku sisa yang sudah tidak terpakai, atau dokumen lama dari meja kerja atau lantai produksi agar ruang gerak tidak sesak
- Seiton (Rapi):
- Konsep: Menata barang yang diperlukan pada tempatnya yang jelas sehingga mudah diambil dan dikembalikan.
- Implementasi UMKM: Memberi label pada rak, membuat kotak penyimpanan khusus untuk alat kerja, atau menggunakan penanda warna (color labeling) agar pekerja tidak membuang waktu mencari alat.
- Seiso (Resik / Bersih):
- Konsep: Membersihkan area kerja, mesin, dan peralatan secara rutin dari debu, kotoran, atau sisa bahan.
- Implementasi UMKM: Menjadwalkan pembersihan harian di tempat usaha. Kebersihan ini juga berfungsi sebagai inspeksi dini untuk mendeteksi kerusakan alat atau kebocoran bahan lebih cepat.
- Seiketsu (Rawat):
- Konsep: Menjaga standar ketiga langkah sebelumnya (Ringkas, Rapi, Resik) agar terus konsisten menjadi kebiasaan.
- Implementasi UMKM: Membuat aturan tertulis sederhana, daftar periksa (checklist) harian, atau tata letak visual yang mudah dipahami oleh seluruh pegawai UMKM.
- Shitsuke (Rajin / Disiplin):
- Konsep: Membentuk kebiasaan dan kesadaran diri pada setiap pekerja untuk menjalankan 5S tanpa harus selalu diawasi.
- Implementasi UMKM: Pemilik UMKM menjadi teladan dan membiasakan kedisiplinan kerja sehingga budaya ini melekat dalam operasional sehari-hari.
Keberhasilan penerapan 5S dapat diukur menggunakan beberapa indikator berikut.
| Aspek | Indikator |
| Seiri | Tidak terdapat barang yang tidak diperlukan |
| Seiton | Barang tersimpan pada tempatnya |
| Seiso | Area kerja bersih |
| Seiketsu | Tersedia SOP dan standar kebersihan |
| Shitsuke | Karyawan konsisten menjalankan 5S |
Manfaat Penerapan 5S bagi UMKM
- Efisiensi Waktu: Mengurangi waktu yang terbuang sia-sia hanya untuk mencari alat atau bahan baku.
- Penghematan Biaya: Menekan pemborosan bahan dan meminimalkan produk cacat (defect).
- Lingkungan Kerja Aman: Ruang usaha yang teratur menurunkan risiko kecelakaan kerja.
- Kualitas Produk Konsisten: Standar kerja yang rapi membuat hasil produksi lebih terjaga mutunya
Setelah selesainya acara penyampaian materi bagaimana menerapkan konsep 5S dalam upaya meningkatkan produktivitas dan kualitas produksi bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di desa bulakan kecamatan cinangka kabupten serang, ketua Kelompok PKM Bapak Taufik, S.T., M.T, mengucapkan banyak terima kasih kepada semua peserta dan masyarakat sekitar atas partisipasinya semoga ilmu yang disampaikan dapat memberikan maanfaat bagi warga desa bulakang kecamatan cinangka kabupaten serang.***






