Pentingnya Gaya Hidup Efisien untuk Pelajar Aktif dalam Mewujudkan Keseimbangan antara Akademik dan Ekstrakulikuler bagi Siswa

Redaksi

0 Comment

Link

TangselMedia-Mahasiswa Universitas Pamulang melaksanakan rangkaian kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sebagai bagian dari komitmen untuk menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pada program ini, tim mahasiswa memilih SMK Averus Jakarta sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan karena sekolah tersebut memiliki jumlah siswa aktif ekstrakulikuler yang cukup tinggi. Kondisi ini dinilai relevan dengan tema penyuluhan, yaitu gaya hidup efisien yang dapat membantu siswa mengelola berbagai aktivitas dan tanggung jawab mereka.

Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan pada Kamis, 24 Juli 2025, dan mengangkat tema “Penyuluhan Tentang Pentingnya Gaya Hidup Efisien untuk Pelajar Aktif dalam Mewujudkan Keseimbangan antara Akademik dan Ekstrakulikuler” Tim mahasiswa diketuai oleh Fadia Lyra Indriani, dengan anggota Liberti Maria Magdalena dan Heni Permata Hati, serta dibimbing oleh Bapak Krisnaldy, S.E., M.Si. sebagai dosen pembimbing. Baik pihak sekolah, guru pendamping, maupun siswa memberikan respons yang sangat antusias terhadap kegiatan ini karena dianggap relevan dengan kehidupan sehari – hari siswa di SMK.

Tema mengenai gaya hidup efisien dipilih berdasarkan analisis lapangan yang dilakukan oleh tim mahasiswa. Dalam observasi awal, terlihat bahwa banyak siswa SMK Averus Jakarta memiliki aktivitas yang cukup padat. Selain mengikuti pembelajaran reguler, sebagian besar siswa juga terlibat dalam berbagai kegiatan ekstrakulikuler seperti Organisasi Siswa, Club Olahraga, Kegiatan Seni, hingga persiapan Lomba Kompetisi Siswa (LKS).

Di satu sisi, keterlibatan dalam aktivitas tersebut memberikan banyak manfaat bagi siswa, seperti melatih keterampilan sosial, meningkatkan rasa percaya diri, serta mempersiapkan mereka menghadapi dunia kerja yang menuntut kedisiplinan dan kemampuan multitasking. Namun disisi lain, ketidakseimbangan dalam mengatur waktu dan energi justru kerap menjadi kendala. Banyak siswa mengaku merasa kewalahan, sering kelelahan, kurang tidur, atau mengalami penurunan prestasi akademik akibat tidak mampu menyusun prioritas dengan baik.

Fenomena tersebut dipeparah dengan gaya hidup digital yang membuat remaja rentan terhadap distraksi, seperti penggunaan gawai berlebihan, media sosial, serta kebiasaan menunda pekerjaan (Procrastination). Karena itu, tim mahasiswa merasa penting memberikan edukasi mengenai bagaimana membentuk gaya hidup yang lebih efisien sehingga siswa dapat menyeimbangkan akademik dan aktivitas ekstrakulikuler secara optimal.

Kegiatan penyuluhan dibuka dengan sambutan dari pihak sekolah dan dosen pembimbing. Setelah itu, tim mahasiswa menyampaikan materi inti yang telah disusun secara sistematis dan mudah dipahami, isi materi mencakup beberapa point utama, yaitu: pertama, konsep gaya hidup efisien bagi remaja, pada bagian ini dijelaskan pengertian gaya hidup efisien sebagai pola kebiasaan yang membantu seseorang mengelola waktu, energi, dan pikiran secara optimal. Kedua, teknik manajemen waktu untuk siswa, siswa juga diajak melakukan simulasi penyusunan jadwal yang menggabungkan jam belajar, jam ekstrakulikuler, waktu istirahat, dan waktu pribadi. Ketiga, keseimbangan antara akademik dan ektrakulikuler, disampaikan bahwa keterlibatan dalam kegiatan ekstrakulikuler penting untuk perkembangan diri, namun harus tetap sejalan dengan kewajiban akademik. Pada bagian ini, mahasiswa memberikan contoh kasus siswa yang terlalu fokus pada organisasi sehingga lupa belajar, serta siswa yang terlalu terpaku pada akademik sehingga lupa mengembangkan kemampuan sosial. Keempat, kesehatan fisik dan mental, siswa diberikan arahan mengenai cara mengelola stress seperti latihan pernapasan sederhana, journaling, dan teknik relaksasi. Kelima, menghindari kebiasaaan tidak produktif, mahasiswa menyoroti kebiasaan yang sering menjadi hambatan seperti; kecanduan media sosial, menunda pekerjaan sekolah, terlalu sering bermain game. Siswa diberikan pemahaman mengenai dampak jangka panjang dari kebiasaan tersebut terhadap perkembangan akademik dan kepribadian mereka.

Kegiatan tidak hanya dilakukan dalam bentuk ceramah satu arah. Tim mahasiswa banyak melibatkan siswa dalam diskusi, tanya jawab, dan berbagai pengalaman. Beberapa siswa menceritakan kesulitan mereka dalam mengatur jadwal harian, misalnya sulit bangun pagi, sering ketiduran saat mengerjakan tugas, hingga kebingungan memilih prioritas ketika jadwal sekolah bentrok dengan latihan ekstrakulikuler.

Tim mahasiswa kemudian memberikan solusi langsung sesuai kebutuhan siswa, seperti membuat jadwal realistis, memecah tugas besar menjadi kecil, hingga mengatur “zona belajar” yang bebas distraksi.

Suasana penyuluhan berlangsung aktif dan kondusif. Siswa terlihhat sangat antusias mengikuti kegiatan, terbukti dari banyaknya pertanyaan yang diajukan. Beberapa siswa bahkan meminta contoh jadwal mingguan yang bisa langsung mereka gunakan.

Secara keseluruhan, kegiatan penyuluhan ini memberikan dampak positif bagi siswa SMK Averus Jakarta. Penyampaian materi mengenai gaya hidup efisien berhasil membantu siswa memahami pentingnya mengatur waktu, energi, serta prioritas agar tetap dapat menyeimbangkan prestasi akademik dengan aktivitas ekstrakulikuler. Pengetahuan yang diberikan diharapkan mampu membentuk kebiasaan positif sejak usia remaja sehingga siswa dapat tumbuh menjadi individu yang lebih mandiri, disiplin, dan produktif. Dengan adanya PKM ini, Mahasiswa Universitas Pamulang berharap dapat terus memberikan kontribusi bagi sekolah dan masyarakat melalui program – program edukasi yang bermanfaat serta relevan dengan kondisi remaja masa kini.***

Share:

Related Post