TangselMedia-Mahasiswa Universitas Pamulang Kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sebagai bentuk komitmen dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pada kesempatan kali ini, tim mahasiswa memilih SMK Averus Jakarta sebagai lokasi kegiatan, dengan fokus memberikan edukasi mengenai manajemen keuangan pribadi kepada siswa. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 24 Juli 2025 dengan tema “Penyuluhan Tentang Pentingnya Manajemen Keuangan Pribadi dalam Mendorong Gaya Hidup Efisien Bagi Siswa”. Tim mahasiswa kegiatan di ketuai oleh Retno Dwi Yuaniza, dengan beranggotakan Destika Virdana dan Rahma Adinda Nurularum. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa diberikan arahan dan bantuan oleh Bapak Krisnaldy, S.E., M.Si., selakau dosen pembimbing kegiatan. Kegiatan ini mendapatkan respon positif baik dari pihak sekolah maupun peserta yang mengikuti kegiatan.
Tema mengenai manajemen keuangan pribadi dipilih oleh tim mahasiswa karena sebagai respon mahasiswa dari analisis permasalahan yang mereka temui di lapangan. Pada era modern yang serba digital dan cepat, membuat remaja yang merupakan siswa memiliki tantangan yang lebih besar dalam mengatur uangsaku dan tidak terbawa arus perilaku konsumtif. Padahal remaja, khususnya remaja yang menempuh Pendidikan di SMK, berada pada tahap penting dalam mempersiapkan diri menuju dunia kerja, sehingga kemampuan mengelola keuangan sejak dini menjadi keterampilan yang sangat diperlukan.

Selama kegiatan, siswa diberikan penjelasan mengenai cara menyusun perencanaan keuangan sederhana yang sesuai dengan kondisi mereka. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan konsep kebutuhan dan keinginan, cara membuat anggaran mingguan maupun bulanan, serta strategi yang dapat diterapkan untuk mengatur uang saku agar tidak cepat habis atau melakukan pemborosan. Penyampaian materi disertai dengan contoh nyata yang sering dialami oleh para siswa, diskusi ringan, dan interaksi langsung agar siswa dapat memahami konsep dengan lebih mudah dan relevan.
Selain penyampaian teori dasar, penyuluhan juga menyertakan berbagai kebiasaan finansial yang sering menjadi masalah bagi remaja. Misalnya, kecenderungan membeli barang karena tren ataupun karena mengikuti teman, kurangnya perencanaan saat menggunakan uang
saku, dan tidak menyisihkan dana kebutuhan mendadak. Melalui pemaparan contoh kasus, siswa diajak melihat dampak jangka panjang dari sifat konsumsi yang tidak terkendali, termasuk risiko kesulitan finansial di masa depan ketika mereka sudah memasuki dunia kerja.
Kegiatan berlangsung dengan suasana aktif dan partisipatif. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya, berbagi pengalaman pribadi tentang kebiasaan mereka dalam mengelola uang, dan mencoba membuat rencana keuangan sederhana. Mahasiswa berharap aktivitas yang mereka lakukan dapat membantu siswa menumbuhkan sikap bijak dalam menggunakan uang serta membangun kebiasaan hiduo efisien sejak usia remaja. Secara keseluruhan, kegiatan penyuluhan ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga menjadi sarana bagi siswa untuk melihat pentingnya mengatur keuangan sebagai bagian dari kesiapa diri menghadapi masa depan. Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan siswa SMK Averus Jakarta dapat menjadi generasi yang lebih mandiri, cerdas finansial, dan mampu membuat keputusan keuangan yang lebih tepat.***






