Strategi Pengaturan Waktu dalam Membangun Kebiasaan Belajar Positif pada Siswa SMK Averus Jakarta Selatan

Redaksi

0 Comment

Link

TangselMedia-Mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini difokuskan pada upaya pemberian edukasi mengenai strategi pengaturan waktu yang efektif guna membantu siswa membangun kebiasaan belajar positif, disiplin, dan berkelanjutan dalam menghadapi tuntutan akademik maupun nonakademik.

Kegiatan PKM ini dilaksanakan di SMK Averus Pondok Pinang, Jakarta Selatan, dengan sasaran utama siswa sekolah menengah kejuruan. Siswa SMK memiliki karakteristik pembelajaran yang kompleks karena harus menyeimbangkan antara kegiatan teori di kelas, praktik kejuruan, serta aktivitas pribadi. Berdasarkan hasil observasi awal, masih ditemukan siswa yang mengalami kesulitan dalam mengatur waktu belajar, sering menunda penyelesaian tugas, dan belum memiliki perencanaan belajar yang terstruktur. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi motivasi belajar, kedisiplinan, serta pencapaian prestasi akademik siswa.

Melalui kegiatan PKM ini, mahasiswa memberikan pemahaman mengenai pentingnya manajemen waktu sebagai salah satu keterampilan dasar yang harus dimiliki siswa. Materi yang disampaikan meliputi konsep dasar pengaturan waktu, penyusunan jadwal belajar yang realistis, penentuan skala prioritas, serta pengelolaan waktu antara belajar, praktik, dan kegiatan pribadi. Penyampaian materi dilakukan dengan metode edukatif dan partisipatif, seperti pemaparan materi, diskusi interaktif, tanya jawab, serta latihan menyusun jadwal kegiatan harian agar siswa dapat langsung mengaplikasikan strategi pengaturan waktu dalam kehidupan sehari-hari.

Selama kegiatan berlangsung, siswa menunjukkan partisipasi yang aktif dan antusias. Siswa mampu mengidentifikasi kebiasaan negatif yang selama ini

sering dilakukan, seperti menunda tugas dan kurang disiplin terhadap jadwal belajar. Selain itu, siswa juga mulai memahami pentingnya konsistensi dan tanggung jawab dalam mengelola waktu. Beberapa siswa menyampaikan bahwa materi yang diberikan membantu mereka menyadari bahwa pengaturan waktu yang baik dapat membuat kegiatan belajar menjadi lebih ringan dan terarah.

Berdasarkan evaluasi sederhana melalui diskusi dan pemaparan singkat, tingkat pemahaman siswa terhadap materi pengaturan waktu mencapai sekitar 80%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode penyampaian yang interaktif dan kontekstual cukup efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa. Dukungan guru dan lingkungan sekolah juga menjadi faktor penting dalam membantu siswa menerapkan kebiasaan belajar yang lebih terstruktur secara berkelanjutan.

Pihak sekolah dan guru SMK Averus memberikan respons yang sangat positif terhadap pelaksanaan kegiatan PKM ini. Materi pengaturan waktu dinilai relevan dengan kebutuhan siswa SMK yang dituntut memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, serta kesiapan menghadapi dunia kerja. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa mampu mengelola waktu secara lebih efektif, meningkatkan kebiasaan belajar yang positif, serta membentuk karakter yang mandiri dan bertanggung jawab. Dengan terlaksananya kegiatan PKM ini, diharapkan terjalin sinergi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan sekolah menengah kejuruan dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Artikel ini disusun sebagai bentuk dokumentasi kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat sekaligus sebagai media informasi mengenai pentingnya strategi pengaturan waktu dalam membangun kebiasaan belajar positif pada siswa SMK.***

Share:

Related Post