Juara 2 Dalam Lktin Excess 2022, Teknik Kimia Unpam Buat Alat Pengolah Limbah Laboratorium

TangselMedia-Tim Teknik Kimia UNPAM berhasil meraih juara kedua dalam kompetisi Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional dalam event tahunan Explossion of Chemical Engineering Study Activities (EXCESS) yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Fakultas Teknik Kimia (HIMATEMIA) Universitas Lampung pada 26-29 Mei 2022. Event ini dihadiri oleh banyak Perguruan Tinggi baik Negeri  dan Swasta dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini sangat menarik terlebih tema yang diusung berbeda-beda setiap tahunnya. Hal ini tentu saja tidak dilewatkan oleh Teknik Kimia, Universitas Pamulang yang setiap tahun mengirimkan tim untuk mengikuti kompetisi dan selalu masuk dalam Grand Finalis 10 besar.

Teknik Kimia UNPAM meraih Juara 2 EXCESS 2022

Adapun tema sekaligus tantangan untuk tahun 2022 ini adalah “Peran Generasi Muda Indonesia dalam Mendorong Inovasi guna Meningkatkan Industri Inklusif dan Berkelanjutan”. Menjawab tantangan ini, Teknik Kimia mengirimkan tiga tim, namun, hanya dua tim saja yang berhasil masuk dalam grand finalis.

Dua tim ini memiliki keunggulan dalam bidangnya masing-masing. Tim 1 (Akmal Ramadan dan Bayu Bramantyo) dibimbing langsung oleh Bapak Muryanto, S.T., M.T yang terkenal ahli dalam bidang material membawa judul “Adsorbansi Zat Warna Congo Red menggunakan Core Kenaf (Hibiscus cannabinus)” sedangkan Tim 2 (Ahmad Robby, Mulyadi, dan Ahmad Izul Khaq) yang dibimbing oleh Bapak Zakki Rosmi Mubarok S.Si., M.T dengan judul Pembuatan dan Karakterisasi Alat  Pengolahan Limbah Asam dan Basa dengan Teknik Ozonasi  Katalitik Arang Aktif guna Membangun Eco Friendly Waste. Setelah proses yang panjang, pada tanggal 29 Mei 2022 diumumkan Pemenang pertama LKTIN EXCESS 2022 tidak lain adalah juara bertahan yang berasal dari Universitas Indonesia yang kemudian disusul oleh Tim 2 Universitas Pamulang. Hal ini  tentu saja merupakan sebuah prestasi yang sangat membanggakan bagi Teknik Kimia Universitas Pamulang untuk menunjukkan kemampuan dan kualitas mahasiswa UNPAM yang dapat bersaing dengan Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta serta menjadi motivasi untuk Mahasiswa UNPAM lainnya untuk terus berkarya.

Demo prototype alat pengolah limbah oleh izul (kanan) Robby (tengah), mulyadi (kiri) (28/05/2022)

Kemenangan ini pun tak lepas dari bantuan banyak pihak, diantaranya Ketua Yayasan UNPAM, Bapak Dr. Hc. Drs. H. Darsono, rektor UNPAM dan jajarannya, yang selalu mendukung kegiatan mahasiswa, Ketua Program Studi Teknik Kimia UNPAM, Ibu Ir. Wiwik Indrawati, M.Pd yang selalu mendampingi mahasiswa, serta para Dosen dan rekan Mahasiswa Program Studi Teknik Kimia yang selalu menyemangati hingga akhir kompetisi. Untuk mengikuti kompetisi nasional ini tidak lah mudah. Di tengah kesibukan kuliah, para mahasiswa harus melakukan riset mulai dari merancang, membuat, dan menganalisa hasil riset tersebut. Mereka membutuhkan waktu 6 bulan persiapan hingga menghasilkan sebuah alat.

Baca Juga  Melestarikan Budaya Betawi Dengan Berjualan Pakaian Khas Betawi

“Persiapannya sejak September 2021, selama 6 bulan, Persiapan ini dimulai dengan memilih anggota tim, mendesain dan merancang alat, karakterisasi hingga analisis. Selain itu, hal penting yang harus dipahami adalah adanya kesadaran mahasiswa terhadap lingkungan yang semakin memprihatinkan dan tentunya dimulai dari yang ada disekitar kita, seperti Laboratorium” kata dosen pembimbing yang akrab dipanggil zakki ini.

Foto alat pengolah limbah laboratorium

Menurut zakki yang sekaligus menjabat Kepala Laboratorium Teknik Kimia UNPAM, “perkembangan industri jasa Laboratorium Pengujian di Indonesia yang mengalami peningkatan setiap tahunnya menjadi salah satu pemicunya. Aktivitas pengujian laboratorium kimia menghasilkan limbah bahan beracun dan  berbahaya (LB3) yang kuantitasnya termasuk dalam kategori kecil dan bila diolah oleh pihak ketiga terdapat syarat minimum kuantitas dalam tonase.

Hal ini tentu saja menjadi dilema bagi para stakeholder sehingga perlu dilakukan upaya pengolahan LB3 mandiri yang dapat mengurangi tingkat toksisitas LB3 menjadi aman bagi lingkungan dan memenuhi standar KEMENLHK RI. Salah satu upaya pengolahan LB3 mandiri oleh Laboratorium Teknik Kimia UNPAM adalah dengan membuat alat pengolahan LB3 cair skala semi-pilot dengan kapasitas 250 L yang dibekali dengan ozonator yang dapat menyisihkan senyawa organik berbahaya, dan neutralizer untuk menetralkan senyawa anorganik. Walaupun begitu, alat ini masih banyak kekurangan yang ke depannya diharapkan dapat berkembang menjadi automasi, adanya penambahan perangkat baru sesuai kemajuan IPTEK dan output limbahnya dapat digunakan kembali tanpa harus dibuang. Selain itu, alat ini pun dapat dijadikan media pembelajaran (praktikum) agar mahasiswa dapat memahami fenomena kimia sekaligus menanamkan rasa kepedulian terhadap lingkungan dan memotivasi untuk dapat menciptakan alat-alat lainnya ” jelasnya.***

Tags:

Related Posts

Leave a Reply