Mengenal Budaya Tari Lenggang Cisadane

Sosial Budaya
cisadane

Image : Putri Hamidah

Pergeseran budaya yang diakibatkan oleh gaya hidup modern,  menyebabkan bangsa kita mulai banyak meninggalkan budaya-budaya tradisional. Budaya yang notabene adalah salah satu  kekayaan negeri ini yang mestinya kita lestarikan bersama. Penyebabnya adalah,  budaya sering kali diangkap kuno dan kolot oleh remaja masa kini. Itulah  mengapa dibutuhkan kesadaran dari diri kita maupun pemerintah untuk tetap menjaga dan melestarikan warisan leluhur tersebut.

Di Negara kita Indonesia, dalam sebuah daerah seringkali dihuni bukan hanya penduduk asli daerah tersebut. Hampir di setiap daerah bisa kita temui berbagai perbedaan suku bangsa, bahasa, serta budaya yang kemudian berubah menjadi sebuah masyarakat baru yang unik dan menyatu. Percampuran berbagai suku bangsa inilah yang seringkali melahirkan sebuah kebudayaan atau kesenian baru yang mewakili keragaman budaya yang telah ada sebelumnya.

Sejarah Tari Lenggang Cisadane

Salah satu contoh budaya baru yang lahir dari keragaman budaya suku bangsanya adalah Tari Lenggang Cisadane. Tari Lenggang Cisadane merupakan sebuah budaya atau tarian yang boleh dikatakan masih berusia sangat muda. Karena ttarian ini lahir pada tahun 2011 lalu. Terciptanya tari Lenggang Cisadane  bukan tanpa sebab,  Tari ini diciptakan untuk mewakili berbagai budaya serta keanekaragaman suku bangsa yang ada di Tangerang.

Tari Lenggang Cisadane yang merupakan peleburan berbagai macam budaya seperti budaya Sunda, budaya Betawi, China, serta Arab. Hal itu bisa dilihat dari bentuk tarian, pakaian yang dipakai serta musik yang digunakan untuk mengiringi tarian tersebut.

Tarian Lenggang Cisadane dibawakan oleh 13 orang penari. Jumlah ini memang sengaja dibuat untuk mewakili 13 kecamatan yang terdapat di Kota Tangerang. Gaya tarian ini sebenarnya sangat mirip dengan gaya Tari Jaipong maupun Tari Jail-jali yang telah lebih dahulu lahir dan dikenal sebagai salah satu budaya warisan yang sangat tua.

Nama Cisadane telah kita kenal sebagai sebuah nama sungai di daerah Tangerang. Nama ini sengaja diambil untuk mencirikan dan agar lebih dicintai serta bisa mewakili daerah asalnya. Itu karena Sungai Cisadane merupakan icon daerah Tangerang yang paling terkenal.

Pemerintah daerah Tangerang Selatan melalui dinas budaya dan pariwisata kemudian menggunakan tarian ini sebagai tarian untuk menyambut tamu-tamu negara maupun tamu-tamu penting yang berkunjung ke daerah Tangerang Selatan.

Musik Tari Lenggang Cisadane

Dalam pementasannya tarian ini diiringi dengan musik yang juga merupakan gabungan dari berbagai jenis alat musik yang banyak berkembang di masyarakat daerah Tangerang.

Jadi, tidak hanya gerakannya saja yang mengadopsi budaya tradisional yang telah terlebih dahulu ada, musik-musik yang mengiringi tarian ini pun diambil dari kekayaan budaya setempat seperti Gambang Kromong, Gamelan, Slendro serta Marawis.

Kesan ceria serta sopan yang terpancar dari gerakan tari Lenggang Cisadane menyebabkan tarian ini menjadi salah satu pilihan yang digunakan oleh pemerintah kota setempat untuk menghibur tamu daerah yang berkunjung. Hal ini dimaksudkan untuk menunjukkan karakter budaya serta karakter bangsa Indonesia itu sendiri yang cinta akan kedamaian, menjunjung tinggi sopan santun serta ramah dengan sesama.

Hal yang paling penting setelah terciptanya tarian Lenggang Cisadane ini adalah, bagaimana agar tarian ini dilestarikan dan bisa dikenal oleh masyarakat setempat maupun masyarakat Indonesia khususnya para remaja. Selain itu,  merupakan sebuah kewajiban bagi dinas kebudayaan setempat untuk terus ikut serta dalam pelestarian tarian khas daerah itu sendri agar tidak musnah termakan modernisasi.

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Comments are closed.