Prodi D-III Administrasi Perkantoran Unpam Gelar Seminar Growth Mindset Menghadapi New Normal

TangselMedia-Program Studi D-III Administrasi Perkantoran Fakultas Ekonomi Universitas Pamulang bekerjasama dengan Genius Academy menggelar Seminar Online Series dengan tema “Growth Mindset Menghadapi New Normal” pada hari Kamis (2/07/2020) melalui video conference. Narasumber pada seminar ini adalah Sugiyarto, S.E.,M.M dan Rasyid Taufik sebagai moderator. Diharapkan setelah mengikuti seminar ini para peserta bisa mempunyai mindset positif untuk bisa melihat peluang dalam menghadapi new normal.

Sugiyarto menjelaskan, pandemi ini memberikan dampak yang cukup luas. “Jika diibaratkan, kita semua tidak dalam kapal yang sama, tapi kita semua dalam badai yang sama. We are not all in the same boat but we are all in the same storm. Kita akan bertahan dengan badai yang tidak tahu kapan akan berakhir, artinya pandemi corona entah kapan akan berakhir, sehingga berdampak pada turunnya aktivitas ekonomi kita,” terang Kaprodi D-III Administrasi Perkantoran ini.

Sugiyarto melanjutkan, ditengah pendemi memang serba sulit tetapi ada peluang. “Situasi seperti ini jangan dilihat dari kelemahannya, tapi lihat peluangnya. Dalam teori analisis SWOT, jangan dilihat dari kelemahan dan ancaman, tapi juga ada peluang. Kondisi makro kita memang sedang tidak baik, namun kita tetap bertahan untuk bisa makan, mendahulukan kebutuhan pokok ketimbang barang,” ungkap Sugi sapaan akrabnya.

“Kita dihadapkan oleh sesuatu yang baru yang disebut new normal. Hingga semua aktivitas masuk ke dalam dunia virtual. Namun, kita juga bisa melihat peluang bisnis. Seperti bisnis makanan. Keuntungan demografi Indonesia sebanyak 68.7 persen jumlah usia produktif mulai dari usia 15 sampai 65 tahun,” ujarnya.

Baca Juga  Melihat Aktivitas Warga Tangsel di Car Free Day Bintaro

Sugi mengatakan, Pendapatan domestik bruto (PDB) triwulan 1 sebanyak Rp. 3. 992 triliun sekitar 50 persen konsumsi. “Di Indonesia, di Jawa sebanyak 59 persen artinya setiap bisnis produknya pasti laku. Sedangkan di Sumatra 21 persen, Kalimantan 8.12 persen dan Sulawesi sebanyak 6.19 persen. Peluang bisnis di era new normal pasti bisa berjalan. Terutama bisnis makanan sehat, seperti buah-buahan, sayur-sayuran, rempah dan ikan,” tuturnya.

“Era digital platform sangat meningkat seperti digital marketing, cloud, e-entertainmen, dan social commerce. Dalam digital marketing, semua produk/brand dipromosikan melalui media internet. Dalam e-entertainment orang tidak perlu ke biskop karena bisa melihat netflix. Dalam social commerce, pelaku bisnis bisa melakukan kegiatan sosial berbagi makanan setelah sholat jum’at, sehingga memanfaatkan keinginan orang ingin berbagi.  Logistik dan delivery berkembang karena membutuhkan kurir, mulai dari rumah tangga, UMKM dan sebagainya membutuhkan digital platfrorm,” pungkas Sugi yang juga aktif menulis di media online.***

Penulis : Deni Darmawan (Dosen Agama D-III Sekretari FE Unpam dan Pembina Jurnalis Duta Zakat UPZ Unpam)

Tags:

Related Posts

Leave a Reply