Ternyata Ini Kunci Pasar Kelapa Dua Meraih Penghargaan Terbaik Se-Indonesia

Ternyata Ini Kunci Pasar Kelapa Dua Meraih Penghargaan Terbaik Se-Indonesia

Kepala Pasar Kelapa Dua, Nicky Mahardika (berbaju hitam) bersama Pengawas Umum dan Humas PT PT Bangun Prima Binasarana, Yaman Suryaman (berbaju putih) di Pasar Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. (@TangerangNews / Maya Sahurina)

TangselMedia – Pasar Kelapa Dua, Kecamatan Kelapa Dua yang dikelola PT Bangun Prima Binasarana bersama PD Pasar Niaga Kerta Rahardja (NKR), menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) dalam pelayanan terhadap pengunjung dan pedagang. Hal ini menjadi salah satu dasar keberhasilan pasar ini dalam meraih penghargaan kategori pengelolaan pasar terbaik se-Indonesia dari Presiden RI beberapa waktu lalu. Kepala Pasar Kelapa Dua, Nicky Mahardika mengatakan, dalam pengelolaan PT Bangun Prima Binasarana bekerjasama PD Pasar NKR sejak dibangun tahun 2011. Hingga kini PD Pasar sudah memperpanjang kerjasama dengan PT tersebut sebanyak 2 kali, hingga 2020 mendatang.

“Kami menerapkan SNI dalam pelayanan di pasar ini. Ada sekitar 3.000 kendaraan pengunjung dan pedagang yang hilir mudik ke pasar ini. Diharapkan mereka nyaman saat berada di pasar,” kata Nicky saat kunjungan Dewan Pengawas PD Pasar NKR di Pasar Kelapa Dua, Minggu (17/3/2019). Menurutnya, dengan menerapkan konsep SNI maka sarana dan prasarana untuk menunjang kenyamanan bagi pengunjung maupun pedagang sangat diperhatikan.

“Seperti saat ini kami sedang melakukan perbaikan jalan yang rusak, ini demi kenyamanan pengunjung dan pedagang,” terangnya. Manajer Pengelolaan PT Bangun Prima Binasarana, Dwi Juliansyah mengatakan, Pasar Kelapa Dua seringkali menjadi kunjungan studi banding bagi daerah lainnya. Menurutnya, keberhasilan dalam pengelolaan pasar ini dilakukan secara bertahap dan bersinergi dengan pemerintah. Dikatakannya juga, pelayanan yang baik menjadi dasar bagi keberlangsungan suatu pasar. Apalagi wilayah kelapa dua, banyak dihuni masyarakat kategori ekonomi menengah dan bawah. Saat ini, kata dia, ada 785 unit kios dan los di pasar tersebut.

“Jadi kami membuat sistem agar pengunjung maupun pedagang bisa sama-sama nyaman, seperti pengaturan penjual daging dan sayuran yang terpisah dengan pedagang pakaian. Kemudian keamanan pasar juga diperketat untuk mempersempit tindak kejahatan. Ada koperasi simpan pinjam pedagang. Ada musala yang nyaman. Sampah pun kita terapkan zero, artinya harus diangkut bersih setiap pagi, ada 6 rit armada sampah yang mengangkutnya,” bebernya.

Sementara, Yaman Suryaman, Pengawas Umum dan Humas PT PT Bangun Prima Binasarana menambahkan, di pasar ini juga terpasang running text harga sembako terkini, disamping secara periodik melaporkan kepada Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Tangerang. “Jadi masyarakat bisa mengetahui langsung harga sembako di hari itu. Ini juga untuk menghindari pedagang yang memainkan harga,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, pengamen dan pengemis dilarang masuk ke area pasar demi kenyamanan pengunjung.  “Kami juga intens bekerjasama dengan Dinas terkait, seperti menghadirkan pemeriksaan kesehatan dari Puskemas seminggu sekali. Ada uji tera bagi konsumen yang ingin mengukur ulang belanjaannya. Ada posyandu serta ada ruang bermain bagi anak-anak saat ibunya belanja dan ruang menyusui atau laktasi,” pungkasnya.(MRI/RGI)

Tags:

Related Posts

Leave a Reply