8 Cara Alami Menjaga Pencernaan Agar Tetap Sehat Selama Bulan Ramadhan

Lifestyle 0
8 Cara Alami Menjaga Pencernaan Agar Tetap Sehat Selama Bulan Ramadhan

Bila tidak hati-hati, gangguan pencernaan bisa mengganggu puasa (Foto: Shutterstock) Bila tidak hati-hati, gangguan pencernaan bisa mengganggu puasa (Foto: Shutterstock)

TangselMedia – Berpuasa dilakukan oleh umat Islam sebagai salah satu perintah agama. Puasa juga memiliki manfaat kesehatan tersendiri, yakni menyehatkan pencernaan. Tetapi untuk menyehatkan pencernaan tak bisa hanya mengandalkan puasa saja. Perlu dibarengi dengan beberapa aktivitas dan kebiasaan yang baik pula. Dirangkum dari berbagai sumber, 8 cara alami ini bisa kamu lakukan untuk menjaga pencernaan tetap sehat selama bulan Ramadhan:

1. Hindari Makanan Olahan

Selama bulan Ramadhan, dengan banyaknya undangan buka bersama terkadang kita masa bodoh dengan menu berbuka. Seringkali kita memilih tempat makan cepat saji sebagai lokasi pertemuan. Padahal, makanan olahan yang mengandung karbohidrat olahan, pengawet makanan dan lemak jenuh disebut meningkatkan risiko gangguan pencernaan seperti peradangan usus. Kemudian minuman rendah kalori dan es krim juga mengandung pemanis buatan yang juga bisa menyebabkan masalah pencernaan. Seimbangkan kesehatan pencernaan dengan memakan makanan segar atau kamu bisa membuat makanan sendiri. Hindari makanan olahan selama bulan puasa ya.

2. Perbanyak Serat

Serat dikenal luas memiliki efek yang baik untuk pencernaan, karena menyerap air dan tidak membuat feses kita keras. Serat bagaikan sikat gigi raksasa, yang membantu ‘membersihkan’ usus.  Kamu bisa membantu memperbanyak serat dengan mengonsumsi oatmeal, probiotik (seperti yogurt atau kimchi) atau sayur-sayuran untuk sahur. Diet tinggi serat bisa juga untuk membantu mengatasi sejumlah masalah pencernaan seperti sariawan di usus, refluks asam, wasir, diverkulitis dan sindrom iritasi usus serta menjaga keseimbangan bakteri sehat dalam usus.

3. Jangan Hindari Lemak Sehat

Pencernaan yang baik membutuhkan sejumlah lemak, tentu saja lemak yang dibutuhkan adalah yang baik. Lemak bisa membantumu merasa kenyang, baik usai berbuka maupun sahur dan diperlukan untuk penyerapan nutrisi yang optimal. Lemak baik seperti asam lemak omega-3 dalam ikan salmon, alpukat, biji chia dan ikan sardine bisa membantu menurunkan risiko penyakit iritasi usus seperti ulcerative colitis.

4. Tetap Terhidrasi

Tubuh lemas dan lesu saat berpuasa lebih banyak disebabkan karena dehidrasi. Hal pertama yang akan kamu tuangkan ke dalam tenggorokan adalah air saat berbuka. Oleh karena itu tetap jaga hidrasimu dengan menjaga asupan cairan setidaknya 8 gelas mulai dari waktu berbuka hingga sahur. Dehidrasi juga penyebab utama konstipasi dan sembelit, yang tentunya akan membuat pencernaanmu semakin tidak sehat. Selain air putih, kamu juga bisa mendapatkan cairan dari sumber lain seperti buah dan sayur yang kaya akan air (misalnya timun dan semangka).

Baca Juga  Asyik! Tol Cisumdawu Bisa Dipakai Untuk Mudik

5. Kendalikan Stres

Stres juga bisa berdampak pada pencernaan dan mengganggu proses puasamu. Masalah pencernaan seperti sariawan perut, diare, konstipasi dan iritasi usus bisa terjadi karena stres. Mengendalikan stres bisa dengan meditasi dan latihan relaksasi, akupunktur dan juga olahraga yoga. Selain membantu menyehatkan pencernaan, juga bisa membuat kamu nggak mudah emosi yang bikin puasa batal, lho.

6. Tidak Melakukan Kegiatan Lain Saat Makan

Makan dengan menonton televisi atau bermain ponsel sudah menjadi salah satu kebiasaan di zaman modern ini. Kebiasaan ini tentu buruk, karena saat kamu tidak fokus makan, berbagai masalah pencernaan bisa terjadi. Seperti misalnya kembung, sering kentut dan sembelit. Fokus pada makananmu membantu pencernaanmu lebih baik agar kamu tahu dan sadar apa yang kamu makan dan seberapa banyak. Yuk singkirkan ponsel dan stop sahur dan berbuka sambil menonton televisi.

7. Kunyah Makananmu

Seringkali kita terburu-buru makan saat sahur dan berbuka dan hanya mengunyah makanan sesekali lalu menelannya saja. Padahal pencernaan dimulai dari mulut kita, lho. Gigi menghancurkan makanan menjadi potongan-potongan yang lebih kecil dan air liur membantu makanan agar dapat dicerna oleh enzim yang berada di saluran pencernaan kita.

Tidak mengunyah dengan baik dapat membuat tubuh sulit mencerna nutrisi. Saat kita mengunyah dengan baik, perut jadi bekerja lebih sedikit untuk mengubah makanan padat menjadi cairan yang akan masuk ke usus kecil. Bagi umat Islam, Rasulullah SAW juga menyarankan mengunyah makanan sebanyak 33 kali sebelum ditelan.

8. Jangan Skip Olahraga

Puasa-puasa olahraga? Duh, mikirinnya saja sudah melelahkan ya. Tapi, tidak ada salahnya berolahraga saat berpuasa. dr A. Andi Kurniawan SpKO dari Indonesia Sports Medicine Centre beberapa waktu lalu merekomendasikan untuk olahraga saat puasa selama 30-60 menit, dan sebaiknya dilakukan sebelum berbuka puasa untuk menghindari dehidrasi dan menurunnya kadar gula darah.

Selain itu, sebuah studi mengungkapkan bahwa olahraga sedang seperti bersepeda dan jogging dapat meningkatkan pencernaan dan mengurangi gejala konstipasi.

Tags:

Related Posts

Leave a Reply