Drainase Kawasan Cagar Budaya Malioboro Akan Direvitalisasi Tahun Depan

Info Kota 0
Drainase Kawasan Cagar Budaya Malioboro Akan Direvitalisasi Tahun Depan

Kawasan wisata Malioboro yang merupakan destinasi wisata andalan Yogyakarta. (ANTARA /Andreas Fitri Atmoko)

TangselMedia – Dinas Pekerjaan UmumPerumahan dan Kawasan Permukiman Kota Yogyakarta akan merevitalisasi salurandrainase di dua kawasan cagar budaya Malioboro dan Kotagede pada 2019dengan menggunakan dana keistimewaan

“Kami akan melakukan revitalisasi drainase di Kawasan Cagar BudayaKotagede dan di Kawasan Cagar Budaya Malioboro untuk mendukung penataankawasan,” ujar Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan UmumPerumahan dan Kawasan Permukiman Kota Yogyakarta Aki Lukman di Yogyakarta, Sabtu.

Di Kotagede, saluran drainase yang akan direvitalisasi berada di JalanMondorakan dengan panjang saluran sekitar 717 meter. Dana yang dialokasikanuntuk pembiayaan revitalisasi sekitar Rp10,4 miliar.

“Pada awalnya, kami merencanakan pekerjaan saluran drainase hingga JalanKemasan agar tidak dikeluhkan masyarakat karena pembongkaran jalan. Namun,karena dana yang diterima hanya cukup untuk memperbaiki saluran di Jalan Mondorakan, maka pekerjaan terpaksa dilakukan bertahap sampai 2020,” ujar Aki.

Perbaikan saluran drainase di Jalan Mondorakan tersebut ditujukan untukmengurangi potensi genangan yang kerap terjadi saat hujan lebat.
“Kapasitas drainase di Jalan Mondorakan memang kecil sehingga dalam prosesrevitalisasi tahun depan kami akan memperbesar saluran dengan ukuran yang lebihbesar. Apalagi, pertumbuhan permukiman cukup banyak dan seluruhnya dialirkan keJalan Mondorakan,” katanya.

Saat ini, kapasitas saluran drainase di JalanMondorakan sekitar 60×60 centimeter dan akan diperbesar menjadi lebih dari duakali lipat menjadi 1,8×1,5 meter.

Di Kawasan Malioboro, drainase yang akan diperbaiki berada di Jalan Suryatmajandan Jalan Pajeksan, masing-masing sepanjang 200 meter dengan dana sekitar Rp3miliar.

“Selain perbaikan drainase, kami juga akan membenahi trotoar di JalanSuryatmajan agar kondisi lingkungan di ruas jalan tersebut semakin tertata. Apalagi,pintu masuk kantor Gubernur DIY berada di jalan tersebut,” ujarnya.

Aki juga menyebut, sudah merencanakan beberapa pekerjaan perbaikan talut dansaluran drainase menggunakan APBD Kota Yogyakarta 2019 namun pelaksanaanpekerjaan tersebut sangat tergantung pada perkembangan kondisi di Kota Yogyakarta.

“Jika tiba-tiba terjadi kerusakan yang cukup besar dan membutuhkanpenanganan segera, maka bisa saja alokasi anggaran perbaikan dialihkan untukkepentingan yang lebih mendesak. Kami pun masih menunggu evaluasi APBD 2019 diDIY,” ujar Aki.

Sejumlah pekerjaan yang sudah direncanakan tahun depan di antaranya melanjutkanpekerjaan perbaikan revitalisasi talut di Sungai Code yang berada di dekatMasjid Syuhada, melanjutkan pekerjaan revitalisasi drainase di Jalan Babarandan sirip-sirip jalannya, perbaikan drainase di sekitar jembatan di JalanPembela Tanah Air, serta drainase di Jogokaryan.

“Pada tahun lalu, kami berencana memperbaiki drainase di Tegalrejo disekitar rel kereta api. Namun, rencana itu belum dapat dilanjutkan karenasampai sekarang izin dari PT KAI belum turun. Di lokasi tersebut kerap terjadigenangan saat hujan turun,” ujarnya.

Tags:

Related Posts

Leave a Reply