IIDN Wujudkan Mimpi Para Ibu

Ekonomi, Komunitas

iidn“IIDN telah membantu menciptakan lompatan prestasi pada karier menulis saya. Hanya dalam masa satu tahun, saya berhasil memiliki lima buku antologi yang kini sudah beredar dipasaran.”

Ucapan itu dilontarkan Ary Nur Azizah (36). Perempuan yang tinggal di Malaysia ini satu dari empat ribu anggota komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis (IIDN). IIDN lahir pada 2011 berkat tangan dingin Indari Mastuti (32). Penerima penghargaan inspiratif dari tiga media massa nasional itu mengajak para perempuan, baik remaja putrid atau para ibu, berani mengasah potensi dibidang kepenulisan.

Awalnya, komunitas yang anggotanya tersebar di berbagai Negara ini bergerak dari Facebook. Belakangan IIDN makin sering mengadakan kegiatan-kegiatan offline, seperti diskusidan pelatihan penulisan, kunjungan ke media cetak, peluncuran buku karya anggota, dan banyak lagi.

Tak hanya menulis, para anggota juga berbagi beragam keterampilan yang bisa mendatangkan penghasilan dan peluang bisnis. Seperti dilakukan Roza Rianita Nursetia (30) yang mengajarkan membuat kreasi souvenir dari handuk, atau vivera siregar (48) yang berbagi ilmu fotografi.

KORWIL DI TIAP DAERAH

Setiap hari aktivitas onlin ekomunitas IIDN tidak pernah sepi. Saling menyemangati, bertukar ide, dan ilmu menulis adalah prinsip utama komunitas ini. Setiap pecan ada kelas-kelas khusus yang diadakan, seperti kelas menulis cerpen, scenario, dan menulis nonfiksi. Tak heran jika produktivitas menulis anggota tetap terjaga, bahkan kian meningkat. Jika ada teman di komunitas yang karyanya sering dimuat di media atau dibukukan penerbit, biasanya anggota lain terpacu untuk melakukan hal yang sama.

Secara resmi, komunitas IIDN berpusat di Bandung. Namun, untuk memudahkan koordinasi, dibentuk coordinator wilayah (korwil) di setiap daerah. Setiap kegiatan IIDN daerah boleh mengajukan proposal pendanaan ke IIDN pusat. Kegiatan-kegiatan tersebut di adakan agar masyarakat mengetahui keberadaan komunitas ini. Terbukti, setiap selesai kegiatan ada saja anggota baru yang masuk. “Target saya satu juta perempuan Indonesia bisa menjadi anggota IIDN dan aktif menulis,” tekad Indari.

Tidak ada syarat khusus yng diberlakukan untuk bergabung dengan IIDN. Perempuan dari status social manapun atau latar belakang pendidikan apa pun boleh menjadi anggota IIDN semakin bertambah dari waktu ke waktu.

KERJA SAMA, AGENSI NASKAH, DAN PRODUKTIVITAS

Untuk mewadahi antusiasme menulis para anggota, IIDN menggandeng lebih dari 30 penerbit untuk bekerjasama, seperti Penerbit Gramedia dan Rumah Ide. IIDN sendiri sebenarnya merupakan sinergi dari indscript creative, sebuah agensi naskah yang juga didirikan indari. Tugas utama agensi naskah ini, menjembatani kepentingan penerbit dan penulis. Penerbit mencari naskah melalui agensi, atau sebaliknya, penulis meminta bantuan agensi mencarikan penerbit untuk naskahnya.

Ketika penerbit membutuhkan naskah tertentu, agensi mengumumkannya kepada seluruh anggota IIDN. Anggota yang berminat diminta membuat outline naskah lengkap yang berisi detail kerangka tulisan beserta proposalnya. Setelah menyeleksi outline naskah lengkap yang berisi detail kerangka tulisan beserta proposalnya. Setelah menyeleksi outline yang masuk dan memilih yang paling menarik, agensi kemudian meminta penulisnya mengembangkan outline tersebut menjadi naskah buku untuk diterbitkan.

Selain kerjasama dengan penerbit, IIDN juaga menjalin hubungan baik dengan beberapa media nasional. Yang menarik, setiap anggota yang tulisannya dimuat di media cetak akan mendapat reward dari IIDN pusat. Setiap hari ada saja anggota yang melaporkan karyanya dimuat media.

Ada lagi cara unik yang dilakukan oleh IIDN untuk merangsang anggotanya supaya produktif menuis, yaitu mengadakan lomba kepenulisan. Biasanya tujuan akhir dari lomba tersebut untuk mengumpulkan karya anggota menjadi buku antologi. Buku antologi IIDN yang sudah terbit di antaranya Storycake for Ramadhan, Emak Gokil, For The True Love of Mom, dan Storycake for Amazing Moms

BUKU-BUKU IIDN

Puluhan buku sudah dihasilkan IIDN, baik yang berbentuk antologi atau buku solo. Mulai dari tema remeh-temeh, seperti memasak hingga tema agama. Bahkan, beberapa diantaranya berhasil mencapai rak best seller. Baru-baru ini IIDN getol mendorong anggotanya untuk berwirausaha sambil menulis tentang usahanya, sehingga lahirlah buku antologi Curhat Bisnis yang digagas beberapa penulis sekaligus penguasaha perempuan.

Secara tidak langsung, komunitas ini telah membantu melejitkan potensi kepenulisan para ibu. Ibu-ibu rumah tangga biasa yang tadinya mungkin merasa minder karena tidak berkarier di luar rumah menjadi percaya diri setelah tulisannya berhasil tembus media atau penerbit.

Amazing! Mungkin itu kata yang tepat untuk komunitas ini. Yup! IIDN sungguh luar biasa dalam memotivasi para wanita, utamanya ibu-ibu untuk tergerak menulis. Di komunitas ini setiap hari aura positif aura positif selalu ditebarkan, nggak ada istilah galau. Saling support antar anggota plus semangat kompetitif untuk menulis membuat hidup jadi lebih seru,” komentar Ratih Putri Pratiwi (25), anggota IIDN di Malang.

IIDN memotivasi para perempuan yang ingin membantu suami menopang ekonomi keluarga dari hasil menulis buku. Komunitas ini juga membantu mengukuhkan eksistensi ibu rumah tangga. Nah, apakah anda ibu rumah tangga yang bermimpi bisa menulis dan menerbitkan buku? Mari wujudkan mimpi anda bersama IIDN.

Sumber: Majalah Ummi No.8 XXIV Agustus 2012

Tags:
Rate this article!
author

Author: 

Related Posts

Comments are closed.