Pelatihan Penggunaan Teknik Ecoprint Sebagai Alternatif Pewarnaan Alami Untuk Industri Kriya di Desa Koper

TangselMedia-Pengembangan sumber daya ekonomi masyarakat desa tidak akan berjalan dengan baik apabila tidak ada kerja sama antara masyarakat dengan para pemangku kepentingan (stakeholders), baik pemerintah daerah, pemerintah desa, lembaga swadaya masyarakat, insitusi swasta dan perguruan tinggi.  Pemerintahan desa harus selalu memantau masyarakat. Potensi sumber daya yang ada di desa perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan penghasilan masyarakat. Sumber daya manusia (SDM) usia muda  yang produktif perlu dibimbing agar bisa memiliki penghasilan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. Untuk suatu usaha sampai pada tingkat mandiri, diperlukan suatu upaya atau proses untuk menggali dan memanfaatkan potensi-potensi yang dimiliki masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Desa Koper, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Banten  ini memiliki peluang sekaligus tantangan. Disatu sisi  banyak SDM usia muda yang sudah selesai sekolah, namun disisi lain SDM tersebut belum banyak aktivitas yang berhubungan langsung dengan pekerjaan walaupun telah tersedia dana pengembangan desa dari pemerintah  desa setempat.

Dalam rangka meningkatkan potensi masyarakat khususnya generasi muda yang tergabung dalam Karang Taruna, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Program Studi Teknik Industri Universitas Pamulang yang terdiri dari Dosen dan Mahasiswa melaksanakan kegiatan Pelatihan Penggunaan Teknik Ecoprint sebagai Alternatif Pewarnaan untuk Industri Kriya di Desa Koper, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Banten yang dilaksanakan dari tanggal 20 sd 22 Mei 2022 dengan mengikuti ketentuan protokol Kesehatan.

Pembukaan Kegiatan PKM dihadiri Bapak Dr. Ir. Dadang Kurnia, MM selalu Penasehat Prodi Teknik Industri – Unpam, Bapak, Ayub selaku Kepala Desa Koper, Ibu Iin Indriani, SH, MH selaku Koordinator PKM  dan tim dosen yang akan melaksanakan kegiatan PKM terdiri dari Bpk. Ir. Karya Subarman, MM sebagai Ketua dan narasumber, Bpk. Ir. Limanseto, M. Eng sebagai narasumber dan Bapak Pujiman, ST, MM sebagai instruktur, sedangkan perwakilan dari mahasiswa, Abdul Rahman dan Ike Safitri.

Kepala Desa Koper Kecamatan Kresek dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Universitas Pamulang, khususnya Program Studi Teknik Industri atas perhatian dan kepeduliannya menyelenggarakan PKM di Desa Koper yang kali kedua dan berharap  kegiatan PKM dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh generasi muda Karang Taruna Desa Koper untuk dapat menyerap ilmu yang disampaikan para dosen,  dapat dipraktekan dan  berdampak positif terhadap kegiatan ekonomi masyarakat serta meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia Desa Koper khususnya generasi muda. Bapak Dr. Dadang Kurnia, MM dalam sambutannya mewakili Kepala Prodi Teknik Industri Unpam menyebutkan, bahwa Desa Koper ini merupakan salah satu desa binaan dan diharapkan kegiatan dalam PKM ini dapat menciptakan peluang bisnis dan untuk meraihnya diperlukan ketekunan dan usaha-usaha yang maksimal.

Dalam pemaparannya, Bapak Limanseto selaku narasumber menjelaskan bahwa pewarnaan produk  di Indonesia sangat beragam teknik, bahan, maupun jenisnya. Ecoprint merupakan salah satu teknik pewarnaan  kontemporer yang ditemukan pada abad 20. Teknik pewarnaan tersebut menggunakan bahan alami,diantaranya seperti bunga, batang, daun, dan akar yang tidak menghasilkan limbah yang berbahaya bagi lingkungan. Pengembangan ilmu pewarnaan teknik ecoprint ini merupakan salah satu alternatif cara dalam menunjang pertumbuhan dunia pendidikan dan dunia industri sehingga dapat menambah ilmu pengetahuan untuk menunjang kegiatan yang berhubungan dengan pendidikan dan industri yang tetap memperhatikan sisi ramah lingkungan

Baca Juga  Pemanfaatan Platform E-Commerce Untuk Menunjang Penjualan Online di Desa Sukatani

Teknik pewarnaan ecoprint merupakan kategori teknik pewarnaan pencapan. Warna yang dihasilkan dari teknik pewarnaan ecoprint adalah berbentuk motif yang menyerupai bentuk bahan pewarna yang digunakan. Bahan yang digunakan biasanya berupa tumbuh-tumbuhan seperti bagian daun, bunga, batang, maupun akar yang memiliki kriteria tertentu. Salah satu tumbuhan yang bisa digunakan adalah daun dengan kriteria berbulu halus pada permukaannya seperti daun jati. Motif yang dihasilkan dari daun tersebut akan mendetail hingga terlihat tulang daun dan pori-porinya. Untuk menghasilkan warna ecoprint yang baik harus mempertimbangkan teknik pewarnaan ecoprint, jenis bahan  yang digunakan, jenis zat fiksasi, massa zat fiksasi hingga lama proses pewarnaan.

Teknik ecoprint dapat dilakukan dengan beberapa teknik, seperti teknik merebus (boiling), teknik mengukus (steaming), dan teknik pukul (pounding). Teknik-teknik tersebut dapat dilakukan baik di laboratorium maupun dapur rumah dengan peralatan yang sederhana. Seluruh proses penelitian ecoprint dianggap unggul dalam bidang ramah lingkungan, sehingga teknik ecoprint semakin populer tidak hanya di kalangan tata busana, namun juga di kalangan umum seperti seniman, pengrajin kriya (homemade handicraft), dan lain sebagainya. Hal ini menunjukan bahwa dengan alat dan cara yang tepat teknik ecoprint bisa dilakukan oleh siapa saja.

Selesai pemaparan, kegiatan selanjutnya demonstrasi penggunaan teknik ecoprint dengan teknik pukul (pounding) oleh Abdul Rahman dibawah supervisi Bapak Pujiman selaku instruktur, dengan bahan kain katun, motifnya dari daun pepaya jepang dan daun jati, plastic, palu dan alas keramik. Teknik pounding dilakukan dengan menyiapkan kain yang telah dibersihkan, lalu menaruh tumbuhan dibawah kain dan atasnya dilapisi plastik. Setelah itu, tumbuhan dipukul-pukul menggunakan palu guna mengeluarkan pigmen warnanya. Tahap selanjutnya, kain bisa langsung dijemur untuk mengeringkannya. Langkah yang terakhir adalah melakukan fiksasi, yakni merendam kain pada air yang dicampur dengan tawas. Setelah selesai demontrasi, para peserta pelatihan dipersilahkan untuk mencoba teknik ecoprint dengan metoda pounding. Ekspresi  para peserta sangat antusias mengikuti pelatihan tersebut. Secara spontanitas bagi peserta pelatihan yang menghasilkan motif ecoprint teknik pukul (pounding) dengan hasil terbaik diberikan hadiah..

Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ayub selaku Kepala Desa Koper beserta jajarannya, Bapak Dr. Ali Maddinsyah, SE, MM selaku Ketua LPPM-Universitas Pamulang, Bapak Syaiful Bakhri, ST. M.Eng, Ph.D selaku Dekan Fakultas Teknik  – Universitas Pamulang serta Ibu Rini Alfatiyah, ST, MT, CMA selaku Ketua Program Studi Teknik Industri – Universitas Pamulang atas terselenggaranya kegiatan PKM ini. Kami berharap, dari pelatihan ini kiranya dapat memberikan motivasi, wawasan, dan kesadaran kepada peserta sekaligus menciptakan kesempatan kerja dan kesempatan berusaha  dalam industri kriya Desa Koper (Karya Subarman).***

 

Tags:

Related Posts

Leave a Reply