Ragam Wisata Kuliner sore di Melati Mas, dari Selera Bos hingga Anak Kos

Kuliner

TangselMedia.com – Serpong adalah salah satu kawasan di provinsi Banten yang kini sedang berkembang dengan pesat. Bukan hanya industri besar, industri rumahan hingga kuliner membanjiri daerah ini. Semua jenis kuliner hampir bisa ditemukan di kota kecil ini. Mulai dari selera bos hingga selera anak kos. Mulai dari yang halal hingga yang haram. Namun jangan khawatir, sebagian besar makanan di Serpong disesuaikan dengan lidah orang Indonesia. Jadi Anda masih bebas memilih sesuai keinginan dan selera Anda.

Bagi Anda yang tinggal di daerah Melati Mas, Anda pasti tidak pernah kesulitan dengan kasus ‘Pencarian Kuliner Enak di Serpong’. Apalagi menjelang maghrib hingga tengah malam, kawasan Melati Mas akan memanjakan Anda dengan berbagai wisata kuliner. Berikut beberapa jenis warung makan yang patut Anda coba bila melintas di sana.

Angkringan

Anda yang dulunya tinggal di sekitas Solo atau Jogja pasti pernah mengenal jenis warung makan ini. Angkringan adalah warung makan pinggir jalan yang harganya sangat cocok untuk kantong mahasiswa. Angkringan ini lokasinya tidak jauh dari jalan utama Melati Mas. Jika Anda datang dari arah Jalan Raya Serpong, Anda bisa menemukan angkringan ini 300 meter dari belakang Supermarket Giant. Angkringan ini berbeda dengan warung tegal atau warteg. Perbedaannya ada pada konsep penyajiannya, jenis makanan dan waktu.

angkringan serpong 2

Angkringan ini konsepnya terbuka, jadi tidak tertutup seperti warteg di rumah-rumah atau bangunan warung. Cara penyajiannya adalah prasmanan. Makanan berbagai jenis di-display di sebuah gerobak terbuka agar kita bisa memilih dengan lebih leluasa. Kemudian Anda juga bisa me-request untuk bakar ulang untuk jenis lauk tertentu. Angkringan ini biasanya ada 2 jenis, ada yang disajikan di bangku-bangku kayu seperti warung atau lesehan. Nah, di Angkringan Melati Mas ini, Anda bisa menemukan keduanya.

Angkringan Serpong

Nasi kucing khas Angkringan Image: Dhini

 

Jenis makanan yang disajikan juga bermacam-macam. Namun satu-satunya yang menjadi tuan rumah di angkringan adalah nasi kucing dan sate. Bagi Anda yang belum familiar, nasi kucing bukan berarti nasi untuk kucing ya. Nasi kucing ini adalah nasi dengan porsi kecil dan berbagai lauk kemudian dibungkus dengan daun atau kertas minyak. Sate yang dimaksud adalah sate bakar/ goreng dari berbagai bahan. Mulai dari daging ayam, usus, kulit dan sate gembus. Jika Anda belum tertarik, angkringan masih menyediakan menu lainnya seperti ayam goreng, ayam bakar, tempe , tahu dan masih banyak lagi. Soal harga, anda tidak perlu khawatir, cukup mengeluarkan kocek antara 5.000 perak sampai 50.000 rupiah, tergantung makanan yang akan anda nikmati.

Jika warteg bisa kita temukan dari pagi hingga siang hari, angkringan di Melati Emas ini lebih eksklusif karena hanya ada pada malam hari saja. Itu sebabnya angkringan sering digunakan untuk ‘nongkrong’seraya melepas lelah setelah seharian beraktivitas atau sekedar bertemu dengan teman dan sahabat.

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Comments are closed.