Mendekati Hari Raya Idul Adha, Harga Hewan Kurban Naik Sampai 20%

Info Kota 0
Mendekati Hari Raya Idul Adha, Harga Sapi Kurban Naik Sampai Rp 3 Juta

Suasana Pasar Hewan Terpadu Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, DIY, sepi pembeli. Daya beli masyarakat menjelang Hari Kurban 2019 rendah. (Foto ANTARA/Sutarmi)

TangselMedia – Menjelang hari raya Idul Adha pada tanggal 11 Agustus 2019. harga sapi untuk kurban di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami kenaikan Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per ekor. Salah satu penjual hewan kurban dari Kecamatan Sentolo, Pardi di Kulon Progo, Rabu menjelaskan bahwa harga sapi paling rendah yakni Rp 18 juta dan paling tinggi Rp 35 juta per ekor.

Sapi dengan berat 350-400 Kg hari biasa dihargai Rp 18 juta, menjelang Hari Raya Kurban mencapai Rp 20-21 juta. Untuk kambing dengan berat 40 kg, naik Rp 300 ribu- Rp 500 ribu dari harga biasa Rp 3 juta. “Sohibul kurban kebanyakan mencari sapi dengan harga Rp 20 juta hingga Rp 25 juta per ekor,” ujar Pardi.

Pardi menjelaskan harga hewan kurban sapi memang mengalami kenaikan sejak awal bulan Juli. Harga sapi ukuran sedang dengan berat daging kurang satu kuintal berkisar Rp 18 juta hingga Rp 20 juta, atau naik sekitar Rp 2 juta dibandingkan hari biasa yang harganya berkisar Rp 16 juta sampai Rp 18 juta. Kemudian, sapi dengan berat daging 1 kuintal sampai 1,5 kuintal berkisar Rp 22 juta hingga Rp 25 juta atau naik sekitar tiga juta, dari Rp 19 juta hingga Rp 22 juta per ekor.

Baca Juga  PLN Jaga Ketersediaan Pasokan Listrik Selama Bulan Ramadhan

“Kenaikan harga sapi bukan dari pedagang, melainkan dari peternak yang menjual sapi dengan harga tinggi, sehingga kami juga menjualnya dengan harga tinggi,” ujarnya. Pardi menjelaskan sapi yang dijualnya berasal dari wilayah Kabupaten Gunung Kidul, Kulon Progo dan Madura (Jawa Timur). Pembeli banyak memilih sapi lokal karena kualitas dagingnya bagus dengan serat yang tebal.

Namun demikian, Pardi mengakui permintaan hewan kurban tahun ini mengalami penurunan. Hingga saat ini, dirinya hanya menjual 15 ekor. Pada 2018, dirinya mampu menjual 30 ekor. “Permintaan konsumen turun, hampir 50 persen,” ujarnya. Sementara itu, salah satu pedagang kambing, Ali mengatakan harga kambing cukup tinggi berkisar Rp 2,5 juta hingga Rp 5 juta per ekor. Orang yang ingin  berkurban kebanyakan mencari kambing dengan harga Rp 3 juta hingga Rp 3,5 juta per ekor.

Sampai saat ini, dirinya sudah menjual 25 ekor. Permintaan kambing untuk kurban tahun ini cukup tinggi. “Sampai saat ini sudah menjual 25 ekor. Kemungkinan bisa bertambah. Biasanya satu hari menjelang Idul Adha permintaan banyak,” ujarnya. Menjelang H-7 Idul Adha, Dinas Peternakan akan memeriksa hewan-hewan kurban tersebut untuk dicek kesehatannya. Kenaikan harga sapi dan kambing menurut pedagang hanya bertahan sampai hari raya Idul Adha saja. Selanjutnya harga akan kembali normal.

Tags:

Related Posts

Leave a Reply