Pengembangan Usaha Tani Melalui Aplikasi Petani Go Online, Desa Genteng, Kab. Sumedang

TangselMedia-Desa Genteng, Kab Sumedang telah dilaksanakan pada hari Jumat-Minggu tanggal 20-22 Mei 2022 Pengabdian kepada Masyarakat yang diketuai oleh Patria Adhistian,ST, MM dengan beranggotakan Dr-Eng. Ir. Mairizal, ST, MT,IPU dan Priyo Wibowo, S.Si., M.T dengan beberapa mahasiswa Teknik Industri Universitas Pamulang, Tema yang dibawakan adalah Pengembangan Usaha Tani Melalui Aplikasi Petani Go Online Sebagai Pemanfaatan Media Pemasaran Di Desa Genteng, Kab. Sumedang. Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada para petani di kelompok tani Jaya Makmur dalam mengembangkan usaha pertanian dengan pemasaran digital.

Gambar 1. Salah Satu produk hasil pertanian kopi arabika “The Kopi” Desa Genteng

Desa Genteng merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang. Secara geografis Desa Genteng berupa lereng bukit dengan ketinggian ditempatkan di atas 1000 m di atas permukaan laut. Oleh karena itu, wilayah ini cocok untuk budidaya berbagai jenis sayuran seperti kubis, tomat, cabai merah, keripik dan kentang. Akhiri di sekitar sungai dan perairan irigasi (non teknis) pada umumnya menanam padi. Kebanyakan orang berada di Desa Genteng bekerja sebagai petani dan buruh tani. Selain itu ada yang berprofesi sebagai pegawai negeri, pedagang, dan karyawan swasta. Memperkuat kerjasama antara petani, telah terbentuk kelompok tani di Desa Genteng Bahkan kelompok paguyuban petani.

Salah satu potensi yang dimiliki oleh Desa Genteng adalah pada sektor perkebunan yaitu kebun kopi dan tembakau, yang telah menjadi mata pencaharian utama masyarakat sekaligus menjadi roda penggerak perekonomian dalam menopang kehidupan bermasyarakat.

Gambar 2. Aplikasi PETANI

Namun demikian, terdapat permasalahan yang dihadapi oleh para petani, yaitu bahwa para petani kopi dan tembakau ini masih kebingungan dalam mengelola hasil kopi dan tembakau. Akhirnya petani terpaksa menjual hasil panennya ke tengkulak/pengepul kopi dan tembakau, tentunya dengan harga jual yang murah dan hal ini sangat merugikan petani kopi dan tembakau. Situasi tersebut menunjukkan bahwa keberadaan koperasi di Desa Genteng belum sepenuhnya berfungsi bagi warga masyarakat dan belum dimanfaatkan secara optimal oleh warga sekitar. Dan kondisi covid-19 sudah masih terjadi dilingkungan sehingga petani kesusahan dalam menjualkan hasil panen ke pasar, dari susah dalam pengiriman panen karena pembatasan area dan penjagaan ketat pasar.

Baca Juga  Haikal Hasan: Kasus TPPU Dana Infak Yang Jerat Ustadz Bachtiar Nasir, Murni Kriminalisasi

Dalam pelaksanakan kegiatan program pengabdian kepada Masyarakat ini, salah satu literasi digital bidang pertanian yang akan dikenalkan pada mitra yaitu aplikasi PETANI. Aplikasi PETANI memiliki berbagai layanan informasi yang sangat berguna dalam mengatasi masalah-masalah pertanian. Fitur tips Bertani, taya jawab, artikel, survey dan profile ditujukan untuk megatasi masalah kurangnya informasi budidaya dan hama. Petani dapat berinteraksi dengan tenaga ahli prtanian tanpa batas ruang dan waktu. Petani menjadi memiliki media online yang memberikan informasi detail terkait teknik budidaya dan penanggulangan hama penyakit tanaman. Fitur informasi harga dan informasi iklim toko memberikan kemampuan bagi petani dalam melihat harga sehingga dapat memperkirakan nilai jual hasil panen dengan baik dan menghindari kerugian akibat fluktuasi harga pasar. Beberapa fitur yang lain akan memberikan kemampuan bagi petani untuk mengelola pasar mereka, memberikan banyak pilihan untuk menjual hasil pertanian, lebih cepat mendapatkan informasi keberadaan pupuk bersubsidi.***

Tags:

Related Posts

Leave a Reply