Dosen Agama Unpam Menggelar Workshop Menulis Bagi Generasi Milenial

TangselMedia-Lembaga Kajian Keagamaan Universitas Pamulang (LKK-UNPAM) melalui Divisi Web dan Jurnal telah menggelar workshop menulis dengan tema “Tips Menulis Bagi Generasi Milenial“ pada Senin (29/06/2020) melalui video conference dengan narasumber Septian Arif Budiman, M.Pd.I, Dr. Amaliyah, MA, dan Deni Darmawan,.M.Pd.I. Acara ini dihadiri oleh Rektor Unpam H. Dr. Dayat Hidayat, M.M, ketua LKK Ust. H. Sofyan Hadi Musa, M.A., para dosen agama Universitas Pamulang, dan beberapa mahasiswa dari berbagai prodi.

Dalam sambutanya, Rektor Unpam Dayat Hidayat menyampaikan kepada mahasiswa agar ada produk atau karya tulis yang dihasilkan. “Setelah workshop, mahasiswa mempunyai keberanian untuk menulis di media massa, menulis karya ilmiah dan buku,” terangnya.

Sambutan kedua disampaikan oleh ketua LKK Unpam Sofyan Hadi Musa. “Workshop ini dapat memotivasi para mahasiswa dan dosen untuk membangun Unpam lebih baik dengan menghasilkan karya tulis,” ujarnya.

Dalam materi tips menulis karya ilmiah, narasumber Septian Arif Budiman menyampaikan langkah pembuatan karya tulis.

“Menulis itu asyik, ubah paradigma agar menulis itu asyik dan menjadi hobi. Untuk bisa menulis karya ilmiah, sering datang ke perpustakaan, rumah atau rumah teman, kemudian cari permasalahan, pilih jenis penelitian, cari objek dan subyek penelitian yang tepat dan usahakan referensi yang relevan,” ungkap dosen agama S1 Akuntasi ini.

Tips menulis buku disampaikan juga oleh Amaliyah. Untuk menulis, ada langkah-langkahnya.

“Untuk menulis landasan berfikirnya adalah al-quran dan hadist. Apa yang menjadi pusat pemikiran dan fokus kita, kemudian kumpulkan bahan mentah, referensi, daftar isi pembahasan, satukan hati, akal dan jasmani agar bisa merangkai kalimat,” papar Amaliyah yang sudah menghasilkan 15 buku ini.

“Jika kita ingin menulis buku maka kita harus banyak membaca banyak hal sehingga mendapatkan ilmu dan tumbuh rasa keimanan kita kepada Allah SWT. Ilmu pusatnya di hati, maka jadikanlah tulisan kita sebagai media berdakwah dan berjihad dijalan Allah Swt. Satukan akal, hati dan jasmani kita dalam menulis dengan bahasa akhlak yang baik sehingga menghasilkan tulisan yang memberi kebaikan dunia dan akhirat,” jelas dosen yng mengampu di S1 Akuntansi ini.

Baca Juga  Ini Bentuk Kepedulian Ikadi Tangsel Kepada Dai, Guru Ngaji dan Marbot Masjid

Narasumber terakhir disampaikan oleh Deni Darmawan. Keprihatinannya terhadap generasi milenial terhadap kegiatan seperti ini. “Masih kurangnya minat mengikuti workshop atau seminar menulis, merasa tidak punya bakat, kurangnya kesadaran untuk mengembangkan ketrampilan menulis dan masih banyak pembelajaran e-learning yang copy paste membuat kita malas menulis,” ungkap dosen agama D-III Sekretari ini.

Lanjut Deni, untuk tips menulis di media massa hal yang perlu diperhatikan adalah jenis artikel.

“Jenis tulisan di media massa ada berita, opini, feature, tajuk, esai, kolom, resensi, dan pojok. Namun, peluang yang dimuat adalah jenis artikel berita dan opini,” ujarnya.

“Dalam menulis artikel berita dan opini ada yang harus diperhatikan yaitu nilai berita. Artikel harus aktual, yang up to date, penting, mempunyai dampak, luar biasa, konflik dan sebagainya. Kaidah penulisan berita di awal paragraf ada unsur 5W1H (what, who, where, when, why, how). Tehnik penulisan pakai prinsip piramida terbalik. Untuk menulis opini, langkahnya dengan menganalisis situasi, mencatat ide, membuat kerangka, menuliskannya, menyunting dan mempublishnya di media yang diinginkan,” pungkas ketua web di lembaga kajian keagamaan unpam ini.***

Reporter  :

Umi Salamah (Jurnalis Duta Zakat UPZ mahasiswa Prodi Tehnik Informasi Unpam)

Ranifah (Jurnalis Duta Zakat UPZ Mahasiswa Prodi D-III Kebidanan Widya Dharma Husada)

 

 

Tags:

Related Posts

Leave a Reply