Pandemi Covid-19 Tak Menghalangi Pembelajaran Matematika Secara Daring

TangselMedia-Pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia sangat berimbas pada kegiatan pembelajaran siswa di sekolah. Semua kegiatan pembelajaran dilakukan dari rumah secara daring dimulai dari tingkat pendidikan dasar, menengah dan juga pendidikan tinggi. Proses pembelajaran yang terjadi secara tidak langsung mempengaruhi daya nalar siswa terhadap suatu materi pelajaran.

Salah satu yang merasakan dampak proses pembelajaran daring adalah siswa sekolah dasar utamanya siswa kelas 1 yang baru merasakan proses pembelajaran secara tatap muka kurang lebih 1 semester, dan dengan adanya pandemi ini siswa kelas 1 SD tersebut dihadapkan pada kondisi proses pembelajaran secara daring yang sama sekali mereka belum merasakan metode pembelajaran daring. Kondisi itu secara tidak langsung memberikan dampak kepada mereka utamanya dari semangat dan motivasi belajarnya. Tidak hanya siswa, guru-guru pun merasakan dampaknya, dimana guru dituntut agar dapat membuat media atau bahan ajar yang menarik bagi siswa.

Kondisi pandemi saat ini sangat diperlukan inovasi pembelajaran untuk membantu siswa agar siswa tetap merasa senang dan nyaman belajar seperti di sekolah. Melihat fenomena tersebut, Tim dosen Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Pamulang yang dipelopori oleh Irvana Arofah, S.Pd, M.Pd dan Besse Arnawisuda Ningsi, S.Si, M.Si tergerak untuk melakukan kegiatan PKM secara daring kepada siswa kelas 1 Sekolah Dasar di Kota Tangerang Selatan. Dan kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari guru (ustadzah) yang mengajar di kelas 1 SDIT Nurfatahillah.

Kegiatan Pengabdian ini mengambil tema Belajar Matematika Mudah dan Menyenangkan berbasis “Matematika Nalaria Realistik” secara daring. Selain itu Kegiatan ini juga menghadirkan demonstrasi belajar matematika menggunakan alat peraga. Menurut Irvana Arofah, S.Pd, M.Pd (ketua tim pengabdi Universitas Pamulang), “Digunakannya alat peraga matematika bertujuan untuk menanamkan konsep matematis dan melatih berpikir logis para siswa serta merubah pola pikir tentang sulitnya matematika”, ujarnya.

Baca Juga  Terbukti Tak Bersalah, 4 Kader HMI Akhirnya Dibebaskan

Materi yg disampaikan oleh kedua dosen narasumber berhubungan dengan materi tematik Sekolah Dasar (SD) kelas 1. Sedangkan menurut Besse Arnawisuda Ningsi, S.Si, M.Si anggota tim pengabdi Universitas Pamulang, dalam belajar matematika perlu ditanamkan konsep dasar mulai dari jenjang sekolah dasar bahwa matematika adalah sebuah proses yang harus dipahami dari awal sampai menemukan hasil dari apa yang akan dikerjakan.

“Karena itu kami menghadirkan salah satu metode belajar matematika yaitu Matematika Nalaria Realistik (MNR) yang merupakan salah satu terobosan dalam pembelajaran matematika. Dalam metode ini siswa diajarkan konsep matematika yang sesuai dengan pengetahuan siswa. MNR lebih menekankan penggunaan nalar dari siswa sendiri dalam memahami matematika. Dengan MNR siswa diajarkan mulai dari menganalisis masalah, membuat kesimpulan dan menyelesaikan masalah dengan metode pemecahan berbasis logika yang dikaitkan dalam kehidupan sehari-hari”, papar Besse.

Sedangkan menurut Ustadzah Isdiana mengatakan, “Pelajaran matematika memang cukup sulit di terima oleh siswa/i, tetapi untuk kali tidak demikian karena disajikan secara menarik meskipun dilakukan secara daring melalui media Zoom, ada beberapa siswa yg terlihat sangat antusias untuk menjawab soal yang di berikan setelah diberikan materi”, ujar Isdiana salah satu guru SDIT Nurfatahillah ini

“Saya merasa senang dengan pelajaran matematika yang diberikan”, ungkap Fatah senang dari murid SDIT Nurfatahillah.***

 

Reporter: Irvana Arofah

Tags:

Related Posts

Leave a Reply