Pengembangan SDM dengan Pengelolaan Pisang Pada UMKM di Bojong Koneng

TangselMedia-Sebelum memulai suatu usaha atau bisnis, seorang wirausaha harus merencanakan dengan baik dan teliti, baik dari segi fisik dan rohani di samping pemilihan produk, lokasi, jenis bisnis, pemilihan tenaga kerja, cara pemasaran, dan strategi menghadapi pesaing. Dengan berwirausaha diharapkan seseorang mampu mandiri, membuka lapangan kerja bagi orang lain dan menjadi bos bagi usahanya.

Setiap wirausaha dalam menjalankan usahanya pasti memiliki tujuan yang ingin dicapainya, seperti memperoleh keuntungan ataupun mengembangkan usahanya yang berorientasi untuk kelangsungan hidup dan diharapkan terjadi peningkatan keuntungan setiap tahunnya.

Gambar 1 Proses Sosialisasi/Penyuluhan

Keberhasilan itu berkaitan dengan fakta bahwa usaha kecil dikelola wirausahawan yang mengetahui apa yang sedang dilakukannya. Mereka mengenali titik-titik kelemahannya dan mencari ketrampilan yang mereka perlukan untuk memastikan sukses dari dimulainya usaha mereka. Mereka juga memahami cara setiap bagian dari sebuah usaha saling berhubungan erat untuk membentuk struktur yang utuh dan mengetahui apabila satu bagian tidak berfungsi akan menyebabkan kegagalan usaha bisnis mereka

UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) memegang peranan yang sangat besar dalam memajukan perekonomian Indonesia. Selain sebagai salah satu alternatif lapangan kerja baru, UMKM juga berperan dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi pasca krisis moneter tahun 1997 di saat perusahaan-perusahaan besar mengalami kesulitan dalam mengembangkan usahanya. Saat ini, UMKM telah berkontribusi besar pada pendapatan daerah maupun pendapatan Negara Indonesia.

Program pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu instrument untuk menaikkan daya beli masyarakat, pada akhirnya akan menjadi katup pengaman dari situasi krisis moneter. Pengembangan UMKM menjadi sangat strategis dalam menggerakkan perekonomian nasional, mengingat kegiatan usahanya mencakup hampir semua lapangan usaha sehingga kontribusi UMKM menjadi sangat besar bagi peningkatan pendapatan bagi masyarakat berpendapatan rendah.

Dalam Upaya pengembangan masyarakat Indonesia yang merata, adil dan makmur tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata. Secara proporsional tugas ini diemban pula oleh seluruh komponen bangsa lainnya, termasuk didalamnya masyarakat yang bersangkutan itu sendiri maupun oleh lapisan masyarakat lain yang secara sosial ekonomi berkemampuan relative lebih baik.

Provinsi Jawa Barat memiliki kekayaan alam yang tak terbatas yang menjadi modal bagi para pelaku ekonomi menjalankan usaha-usaha ekonomi. Sejauh ini, masih banyak kekayaan alam yang belum sepenuhnya dapat dikelola dan dirasakan manfaatnya bagi mayarakat wilayah Bojong Koneng Bogor-Jawa Barat.

Desa Bojong Koneng merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Babakan Madang Kota Bogor Kab. Jawa Barat. Bahan baku pisang diperoleh dari petani pisang di daerah bojong koneng dimana masyarakat setempat penghasil pisang di daerah tersebut dan  tumbuhan pisang ini sangat mudah di peroleh,namun ketidakberdayaan masyarakat yang tidak mempunyai keterampilan dalam kewirausahaan.

Buah pisang adalah salah satu jenis komoditi holtikultura dalam kelompok buah-buahan yang memiliki nilai sosial dan ekonomi cukup tinggi bagi masyarakat Indonesia pada umumnya dan Desa Bojong Koneng pada khususnya. Manfaat buah pisang yang begitu besar bagi tubuh membuat pisang memiliki peluang usaha yang besar jika bisa diolah menjadi produk yang inovatif (Nurainy, Hidayati, Koesoemawardani, & Suroso, 2017). Salah satunya adalah minuman pisang .

Pemberian tawaran pelatihan pembuatan minuman berbahan baku pisang ini merupakan salah satu kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang di selenggarakan oleh mahasiswa universitas pamulang dengan di dampingi oleh dosen Pendamping. Pelatihan ini dilakukan untuk melatih para masyarakat bojong koneng agar memiliki keterampilan dalam membuat produk minuman yang memiliki value.

Diharapkan dengan adanya pelatihan inovasi dari produk buah pisang menjadi minuman pisang ini dapat meningkat nilai tambah dari buah pisang tersebut sehingga bisa membuka usaha dan  meningkatkan pendapatan bagi warga Desa Bojong Koneng Kecamatan Babakan Madang Kota Bogor Jawa Barat.

METODE PENGABDIAN

Pengabdian kepada masyarakat bekerjasama dengan Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang dilakukan dengan metode pertisipatif, edukatif, pendampingan den evaluative. Masing- masing metode tersebut secara teknis dapat diuraikan sebagai berikut:

  1. Metode Partisipatif

Tahap pengabdian kepada masyarakat melibatkan koordinasi dengan pelaku masyarakat setempat secara personal, melakukan diskusi antara akademisi dengan pihak UMKM dalam rangka mengetahui permasalahan para pelaku usaha dan memberikan inovasi pada pengembangan SDM berbahan baku pisang yang sebagai solusi  UMKM berkembang.

  1. Metode Edukatif
Baca Juga  Pengunjung Garuda Indonesia Travel Fair 2017 Membludak

Metode edukatif dilakukan dengan melakukan Inovasi kepada pelaku UMKM untuk memahami konsep dari kewirausahaan secara teoritis.

  1. Metode Perencanaan dan Persiapan
  2. Metode Pelaksanaan dan Pelatihan

Metode bertujuan untuk memberikan penjelasan optimalisasi pembuatan minuman sehat berbahan baku pisang.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan sebagai  pengembangan SDM atau Inovasi bahan baku yang ada dimasyarakat tersebut dan berwirausaha berbasis pengetahuan lanjutan mengenai pengolahan produk yang mengambil lokasi di Bojong Koneng, Kabupaten Bogor dengan melibatkan para Ibu-Ibu Desa Bojong Koneng dan pelaku UMKM . Secara keseluruhan pelaksanaan kegiatan berjalan dengan kondusif dan lancar. Pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan menggunakan beberapa metode.

  1. Perencanaan dan Persiapan

Tahapan persiapan dan perencanaan dimulai dari melakukan survey dan wawancara kepada masyarakat Desa Bojong Koneng  untuk memperoleh informasi-informasi terkait keadaan ekonomi, dan potensi desa. Berdasarkan hasil survey diketahui masyarakat Desa Bojong Koneng memiliki hasil perkebunan yaitu pisang, yang hasil panennya dijual kepada para konsumen langsung dan pedagang pasar dengan harga yang sangat murah. Untuk meningkatkan nilai jual dari buah pisang tersebut maka dilakukan Inovasi pengolahan buah pisang menjadi Minuman pisang Susu Sehat dengan tujuan meningkatkan nilai jual dari buah pisang tersebut.

Setelah dilakukan survey lokasi pengabdian langkah selanjutnya adalah melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat baik RT, RW dan kelurahan untuk merencanakan kegiatan selanjutnya yaitu memberikan pengetahuan berwirausaha dalam bentuk pelatihan pembuatan produk kreatif yaitu mengolah buah pisang menjadi Minuman Pisang Susu Sehat.

  1. Pelaksanaan

Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode Entrepereneurship Education yang memberikan pendidikan berwirausaha bagi masyarakat, dengan menggunakan beberapa tahapan sebagai berikut :

  1. Tahap observasi, melakukan pengamatan secara langsung ke masyarakat Desa Bojong Koneng untuk melihat situasi disana dan banyak perkebunan pisang.
  2. Wawancara, melakukan pertemuan dengan masyarakat sekitar.
  3. Mengadakan Sosialisasi Pengembangan UMKM dan wirausaha bagi masyarakat Desa Bojong Koneng Kecamatan Babakan, Bogor Jawa barat
  4. Mengadakan pelatihan pembuatan produk Minuman pisang Susu Sehat.

Pelaksanaan pengabdian yang pertama adalah dengan mengadakan sosialisasi Inovasi  bahan baku pisang yang bisa diolah sebagai minuman sehat dan diskusi mengenai  kewirausahaan di Desa Bojong Koneng. Metode yang digunkan dalam Sosialisasi Pengenbangan kewirausahaan adalah dengan memberikan ceramah dan diskusi mengenai Pemanfaata kewirausahaan. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah agar warga Desa Bojong Koneng memiliki pengetahuan tentang pemanfaatan bahan baku yang ada diaerah tersebut diolah menjadi usaha umkm dan wawasan mengenai kewirausahaan.

Kegiatan Sosialisasi Inovasi Produk dilaksanakan di Majelis Desa Bojong Koneng  yang dihadiri oleh warga Desa Bojong Koneng serta unsur pemerintah desa seperti Ketua RT. Kegiatan ini banyak mendapatkan perhatian dan dukungan dari masyarakat setempat, dimulai dari pemberian izin pelaksanaan kegiatan diMajelis DesaBojong Koneng, Kecamatan Bogor dan mendorong masyarakat untuk mengikuti acara ini.

Gambar 2 Pelatihan Praktek produksi Minuman Pisang Susu Sehat

Hal ini menunjukkan bahwa tingginya minat masyarakat Desa Bojong Koneng untuk meningkatkan perekonomiannya dengan menjadi pelaku wirausaha. Diharapkan dengan adanya Sosialisasi kewirausahaan ini warga Desa Bojong Koneng memiliki motivasi untuk meningkatkan perekonomiannya dengan cara berwirausaha.

  1. Pelatihan Praktek Produksi

Pelatihan praktek produksi ini dilakukan di Majelis  Desa Bojong Koneng dengan menggunakan pendekatan bimbingan teknis, dimana para peserta dibimbing secara intensif.

Langkah-langkah pembuatan Minuman Pisang Susu Sehat adalah sebagai berikut :

  1. Menyediakan alat & bahan-bahan yang diperlukan :

Alat :

  • Blender
  • Botol

Bahan utama :

  • Pisang
  • Susu
  • Gula Pasir
  • Air
  • Bubuk vanili

Bahan Tambahan (Topping) :

  • Jelly
  1. Masukan 1 buah Pisang, Gula 2 sendok makan, Bubuk vanili & Susu secukupnya, dan tuangkan Air secukupnya.
  2. Kemudian ,Blender sampai bahan tercampur semua dan halus.
  3. Setelah sudah tercampur
  4. Sajikan Pisang susu Kekmasan Botol yang sudah ada logonya.

Gambar 3 Desain Kemasan Minuman Pisang Susu Sehat

  4. Pelatihan Desain Kemasan

Pada proses pelaksanaan pelatihan desain kemasan metode yang digunakan adalah aplikatif serta penggunaan bahan baku yang mudah didapat agar pengetahuan dan teknik pengemasan yang diperoleh pada pelatihan tersebut mudah diterapkan oleh para peserta dalam kehidupan sehari-hari. pemberdayaan kreativitas masyarakat melalui program seperti ini secara luas diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.***

 

Tags:

Related Posts

Leave a Reply