Hama Wereng Mewabah di Desa Pagedangan Udik, Mahasiswa Unpam Lakukan Sosialisasi Strategi Pengendalian Hama Wereng

TangselMedia-Desa Pagedangan Udik adalah desa yang bertepatan di daerah kecamatan Kronjo, kabupaten Tangerang, Banten yang sebagian besar wilayahnya merupakan area persawahan yang membentang luas sepanjang jalan menjadikan pertanian sebagai mata pencaharian masyarakat Desa Pagedangan Udik terutama menanam padi yang merupakan komoditas pokok bahan pangan sebagian besar masyarakatnya. Di area pertanian desa ini sedang mengalami serangan hama wereng yang menimbulkan tanaman padi mengalami kerusakan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Kerusakan secara langsung terjadi karena hama ini mempunyai kemampuan menghisap cairan tanaman yang menyebabkan daun menguning, kering dan akhirnya mati yang dikenal dengan gejala hopperburn dan kerusakan secara tidak langsung yaitu kerena serangga ini merupakan vektor penyakit kerdil rumput dan kerdil hampa. Permasalahan ini sangat ditakuti para petani karena tanaman padi akan dapat terancam gagal panen. Sehingga, kondisi tersebut menjadikan fokus tim PKM untuk meningkatkan produktivitas tanaman padi supaya dapat terjaga kualitasnya.

Pengabdian Kepada Masyarakat adalah salah satu program kegiatan yang dilakukan mahasiswa yang bertujuan untuk membantu masyarakat tertentu dengan melakukan aktivitas-aktivitas tanpa mengharapkan imbalan dalam bentuk apapun.

Mahasiswa/i Teknik industri Universitas Pamulang telah melakukan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat pada tanggal 16 Oktober 2021 di Desa Pagedangan Udik dengan mengusung tema yaitu “Strategi Pengendalian Hama Wereng di Desa Pagedangan Udik”. Kegiatan tersebut dimulai pada pukul 10.00 WIB yang dilaksanakan di kantor kepala desa daerah setempat. Tim pengabdian kepada masyarakat yang diketuai oleh Afrizal dan juga beberapa anggota lainnya yang terdiri dari empat orang antara lain, Deviana Nur Choiriyah, Devy Febriana, Nurul Hafidza, dan Tomi Jepisa, serta Dosen Pembimbing yaitu Patria Adhistian S.T, M.M. PKM ini juga di hadiri oleh perwakilan para petani, karang taruna, dan pemuda IPKAL setempat.

Baca Juga  O-Donuts Potato Ingin Lahirkan Entrepreneur Baru Cukup Dengan Jadi Reseller

Kegiatan PKM dibuka dengan pembacaan doa dan sambutan-sambutan dari dosen pembimbing serta kepala desa daerah setempat. Lalu disambung dengan kegiatan sosialisasi tentang strategi pengendalian hama wereng dengan metode pemberian materi kepada masyarakat terutama petani.

PKM ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang bagaimana cara pengendalian hama wereng yang sedang menyerang lahan pertanian desa tersebut supaya populasi hama wereng dapat berkurang dan hasil panen padi para petani masih terjaga kualitasnya.

Kesempatan kali ini, tim PKM telah memberikan solusi alternatif dengan mensosialisasikan alat pengendalian hama yaitu perangkap lampu dan juga perangkap ultrasonic panel surya. Perangkap lampu sebagai alat untuk menentukan kapan datangnya wereng imigran. Alat ini penting untuk mengetahui kehadiran wereng imigran dan dapat menangkap wereng dalam jumlah besar. Sedangkan perangkap ultrasonic sebagai alat untuk merusak organ jaringan sel pendengaran wereng yang menyebabkan reaksi pasif dari hama wereng sampai akhirnya mati karena gelombang suara ultrasonik yang dihasilkan alat tersebut. Dengan menggunakan alat ini diharapkan dapat meningkatkan tingkat produktivitas tanaman padi di Desa Pagedangan Udik.

Untuk cara penggunaan alat perangkap ultrasonic yaitu sebagai berikut:

  1. Pastikan semua kabel tersambung dengan baik.
  2. Putar tuas yang ada di pintu box panel, dari “off” ke “manual” atau “otomatis” tergantung penggunaan.
  3. Kemudian atur ukuran suara ke frekuensi yang telah ditentukan.
  4. Nyalakan alat selama waktu yang telah ditentukan untuk membunuh hama wereng.
  5. Setelah digunakan matikan alat pembasmi hama wereng dengan memutar tuas yang ada di depan panel ox, dari “manual” atau “otomatis” ke tuas “off”
  6. Pastikan menjaga kebersihan dan keamanan alat.
  7. Pastikan atur posisi solar panel maksimal dalam menerima cahaya matahari.*

 

Tags:

Related Posts

Leave a Reply