Mahasiswa Unpam Olah Limbah Plastik Untuk Prasarana Dalam Memperindah Lingkungan di Desa Cikopomayak

TangselMedia – Desa Cikopomayak merupakan salah satu daerah yang berada di Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Didaerah ini Sebagian besar masyarakatnya memiliki limbah plastik tetapi tidak dimanfaatkan dengan baik.

Untuk memanfaatkan limbah plastik yang terbuang begitu saja, pada bulan November 2023, Kelompok Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Mahasiswa Teknik Industri Universitas Pamulang (UNPAM) yang diketuai oleh Cheka Karmila beranggotakan Khezia Nugrahani, Jordy Cesar Kurniawan dan Muhammad Rafly Arrasyid, melakukan sosialisasi dan pelatihan mengolah limbah plastik untuk prasarana dalam memperindah lingkungan di Desa Cikopomayak , Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Kegiatan pengabdian ini diinisiasi oleh mahasiswa Teknik Industri Universitas Pamulang yang tergabung dalam sebuah organisasi sosial kemahasiswaan. Mereka menyadari bahwa permasalahan lingkungan harus segera ditangani dan masyarakat perlu diberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa Teknik Industri Universitas Pamulang berperan sebagai agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Limbah plastik merupakan salah satu masalah lingkungan yang serius di seluruh dunia. Di Indonesia, khususnya di desa-desa, limbah plastik seringkali diabaikan dan berakhir sebagai sampah yang mencemari lingkungan. Namun, di Desa Cikopomayak, hal ini berubah karena adanya inisiatif untuk mengelola limbah plastik melalui program daur ulang.

Daur ulang adalah proses pemrosesan kembali bahan-bahan yang sudah tidak terpakai menjadi bahan baru yang dapat digunakan kembali. Dalam konteks pengelolaan limbah plastik, daur ulang dapat dilakukan untuk menciptakan prasarana yang dapat memperindah lingkungan, seperti tempat sampah, bangku, dan pagar.

Di Desa Cikopomayak, program daur ulang limbah plastik dimulai pada tahun 2023 oleh mahasiswa Teknik Industri Universitas Pamulang bekerja sama dengan warga setempat yang peduli akan lingkungan. Mereka memulai dengan mengumpulkan semua jenis limbah plastik yang ada di desa dan mengolahnya menjadi bahan baku untuk membuat prasarana yang dibutuhkan. Selain membantu mengurangi jumlah limbah plastik di desa, kegiatan ini juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga karena mereka dapat menjual prasarana yang telah mereka buat.

Baca Juga  Institut Teknologi Bandung (ITB) Akan Membuka 3 Jalur Penerimaan Mahasiswa Baru

Proses daur ulang limbah plastik di Desa Cikopomayak dimulai dengan pemisahan jenis plastik yang berbeda, seperti botol plastik, tas plastik, dan gelas plastik. Setelah itu, plastik yang telah dipisahkan dicuci dan dihancurkan menjadi serpihan kecil. Serpihan plastik ini kemudian dicetak dan dipadatkan menggunakan mesin untuk membentuk berbagai macam prasarana yang dibutuhkan.

Dengan adanya program daur ulang ini, jumlah limbah plastik di Desa Cikopomayak dapat dikelola dengan lebih baik dan tidak lagi mencemari lingkungan. Selain itu, program ini juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah dan membantu menciptakan prasarana yang bermanfaat bagi desa. Dengan adanya prasarana yang dibuat dari limbah plastik, desa menjadi lebih tertata dan indah.

Namun, program ini juga menghadapi beberapa tantangan, seperti kekurangan modal untuk membeli mesin penghancur dan mesin pencetak yang lebih modern serta kurangnya kesadaran masyarakat untuk memisahkan limbah plastik. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah desa bersama dengan warga terus melakukan kampanye dan sosialisasi tentang manfaat daur ulang limbah plastik dan pengelolaannya.

Dengan adanya program yang diadakan mahasiswa Teknik Industri Universitas Pamulang, daur ulang limbah plastik yang dijalankan di Desa Cikopomayak, diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam upaya mengatasi masalah limbah yang ada. Dengan memadukan kepedulian terhadap lingkungan dan manfaat ekonomi, pengelolaan limbah dapat dilakukan dengan lebih efektif dan berkelanjutan. Selain itu, masyarakat juga perlu terus diberikan edukasi dan sosialisasi tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mengelola limbah dengan baik untuk kesejahteraan dan kelestarian alam.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *