Workshop Pemanfaatan Limbah Sekam Padi Menjadi Arang Sekam Untuk Media Tanam Sebagai Ide Untuk Berwirausaha Di Desa Koper

TangselMedia-Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat konsumsi beras terbesar di dunia. Sebagian besar penduduk Indonesia mengkonsumsi beras sebagai makanan pokok. Pada tahun 2005 produksi padi Indonesia sebanyak 54 juta ton, pada tahun 2006 meningkat sebesar 54,45 juta ton kemudian secara berturut-turut produksi padi Indonesia dari tahun 2007-2011 adalah 57,15; 60,33; 64,40 dan 66,41 juta ton gabah kegging giling (GKG) (Puslitbang, 2012). Selanjutnya produksi padi di Indonesia pada tahun 2015 naik sebesar 75,55 juta ton GKG atau mengalami kenaikan sebanyak 4,70 juta ton (6,64 persen) dibandingkan tahun 2014. Selain itu.

Produksi padi menghasilkan limbah yang disebut dengan sekam. Limbah sering diartikan sebagai bahan buangan atau bahan sisa dari proses pengolahan hasil pertanian. Proses penghancuran limbah secara alami berlangsung lambat, sehingga limbah tidak saja mengganggu lingkungan sekitarnya tetapi juga mengganggu kesehatan manusia.

Desa koper merupakan desa di kecamatan kresek yang sedang berkembang. Desa ini merupakan desa perbatasan antara Kecamatan Kresek dengan Kecamatan Jayanti serta Kecamatan Cikande yang dibatasi oleh Sungai Cidurian, sekaligus pembatas antara Kabupaten Tangerang dengan Kabupaten Serang Provinsi Banten. Dengan jumlah penduduk sebesar 3764 jiwa ditahun 2021, dasa ini memiliki wilayah seluas 3,79 kilometer persegi. Dengan kepadatan 993 jiwa per kilometer persegi, desa ini terbagi 2 karena dilalui jalan tol Jakarta – Merak.

Produksi padi pada desa koper ini cukup melimpah dikarenakan luas sawah pada desa koper cukup luas. Atas dasar ini dosen teknik industri universitas pamulang berinisiatif untuk melakukan workshop pemanfaatan limbah sekam padi ini, workshop yang dikepalai bapak Rizki Aina As Syahadat S.T., M.T dan di didampingi dua dosen Teknik Industri dari Universitas Pamulang yaitu Achmad Chaerul S.T.,M.T dan Mahyar S.T., M.T dan diikuti tiga mahasiswa dari Prodi Teknik Industri Universitas Pamulang berlangsung pada Sabtu 12 Desember 2021 bertempat di aula balai desa Koper.

Baca Juga  Paripurna Penyampaian Laporan Reses, Fraksi PKS Dorong Pemkot Tangsel Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

Workshop yang dihadiri masyarakat desa Koper ini sangat antusias mengikuti workshop tentang pengolahan limbah sekam padi ini. Pada workshop kali ini warga diajarkan bagaimana mengolah limbah sekam padi yang tidak terpakai menjadi sekam bakar dengan menggunakan alat tungku khusus yang membuat sekam padi mempunyai nilai jual yang lebih, selain itu kegiatan ini dapat menjadi kegiatan yang dapat menambah pemasukan bagi petani usai pasca panen usai. Hal ini dituturkan oleh warga desa Koper yang mengikuti workshop ini. Berdasarkan hasil evaluasi, terjadi peningkatan pengetahuan peserta Workshop terhadap Pemanfaatan Limbah Sekam Padi Menjadi Arang Sekam Untuk Media Tanam sekaligus menciptakan ide untuk berwirausaha dengan memasarkan Arang Sekam Untuk Media Tanam secara offline maupun online

Workshop ini berlangsung atas dukungan dari bapak Kepala Desa Koper dan elemen warga lainnya, pada akhir workshop ini dosen Teknik Industri Universitas Pamulang yang diwakili Bapak Rizki Aina As Syahadat S.T., M.T memeberikan langsung tungku alat pembuat sekam padi ini.(***)

Tags:

Related Posts

Leave a Reply