Kasus Guru Pukul Siswa Dengan Sepatu Berujung Damai di Magetan

Info Kota 0
Kasus Guru Pukul Siswa Dengan Sepatu Berujung Damai di Magetan

Foto: tangkapan layar video

TangselMedia – Baru-baru ini media sosial dikejutkan dengan beredarnya video seorang guru tengah memukul salah satu siswanya di dalam kelas. Tidak hanya dengan tangan kosong, guru itu juga terlihat memukul siswanya dengan sepatu. Tidak hanya di media sosial saja, video yang direkam dengan ponsel itu juga tersebar luas lewat aplikasi percakapan.

Di video berdurasi 21 detik tersebut, seorang guru wanita tampak berdiri di depan seorang siswa laki-laki berseragam biru putih. Guru yang mengenakan seragam berwarna krem tersebut memegang sepatu dan tampak marah.

“Ngapain senyam-senyum… Jawab cepet kenceng,” ujar si guru sambil memukul si murid dengan sepatu di tangan kanannya. Pukulan ini mengenai perut dan dada siswa. Siswa tersebut tampak menahan sakit. Tetapi tampaknya karena siswa ini tidak menjawan pertanyaan si guru, guru tersebut kembali memukul pipi siswa tersebut.

Belakangan diketahui jika kejadian ini benar adanya. Lokasinya di SMPN 2 Magetan. Tetapi, video yang viral itu sebenarnya sudah berlangsung lama, tepatnya pada bulan Desember 2017. “Kejadiannya betul. Itu dulu waktu si siswa kelas kelas 7. Sekarang dia kelas 8. Kami akan selesaikan kasus ini,” ujar Kepala Sekolah SMPN 2 Magetan Nursalim kepada wartawan di kantornya, Selasa (28/8/2018).
Guru dalam video tersebut diketahui bernama Suci, pengajar Bahasa Inggris di SMPN 2 Magetan. Sekolah mengaku jika tindakan guru tersebut keterlaluan. Untuk itu, pihak sekolah kemudian memanggil guru dan siswa yang terlibat dalam video ini “Tapi keterlaluan itu, langkah dari sekolah kami cek kebenarannya dan siswa yang dipukul kemarin kami panggil juga,” ujarnya.

Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kebupaten Magetan pun turut tangan untuk memediasi persoalan tersebut. Ini dilakukan karena kejadiannya sudah lama berlangsung namun baru viral belakangan. “Kami akan pertemukan antara pihak guru serta wali murid untuk melakukan mediasi. Karena sudah lama kejadiannya, namun baru sekarang viral,” ungkap Kabid Dikdas SD-SMP, Disdikpora Kabupaten Magetan, Suroso dalam kesempatan terpisah.

Proses mediasi itu juga disebutkan akan melibatkan pihak kepolisian. Hasilnya, semua pihak telah berdamai. “Kami telah pertemukan antara pihak guru serta wali murid dan hasil mediasi telah berdamai. Keputusan ini dengan berbagai pertimbangan,” tandas Suroso saat dihubungi Rabu (29/8/2018).

Kesepakatan damai ini didapatkan karena guru tersebut diketahui baru sekali melakukan kekerasan kepada siswanya, sehingga diberi kesepakatan untuk memperbaiki diri. Suroso menambahkan, pihak guru telah membuat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya. Surat itu dibuat bermaterai dan diketahui oleh orang tua siswa maupun kepolisian.

Guru yang terlibat dalam kasus tersebut juga tidak disanksi. “Sanksi bagi guru kita sudah mediasi, hanya membuat surat pernyataan tidak mengulangi lagi,” ungkapnya.

Suroso menegaskan, faktor yang memicu terjadinya penamparan adalah karena siswa tersebut membuat kegaduhan di kelas saat guru Bahasa Inggris tersebut mengajar. Namun karena kejadian yang terekam ponsel itu sebenarnya terjadi sudah lama maka kasus ini diselesaikan dengan cara mediasi saja.
(lll/lll)

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply