Tips Menjaga Kesehatan Tubuh Dimasa Pandemi Covid-19 pada Saat Bulan Ramadhan

Opini 0

Tips Menjaga Kesehatan Tubuh Dimasa Pandemi Covid-19 pada Saat Bulan Ramadhan

foto muhamad tegar

Oleh : Muhamad Tegar*

 

Umum umat muslim tengah menjalankan ibadah puasa 1 Ramadan 1442 Hijriah atau 2021 Masehi, namun ada yang berbeda pada momen suci ini, puasa wajib umat muslim ini dilakukan di tengah wabah pandemi virus corona (COVID-19)

Agar bisa menjalani Ramadhan semaksimal mungkin, kita perlu berupaya untuk menjaga kesehatan tubuh. Sambil mengikuti tatanan berpuasa yang memang menyehatkan, kita juga perlu melakukan hal-hal lain yang bisa membantu beradaptasi dan membuat badan terasa bugar di sepanjang bulan suci. Hal ini diperlukan, terutama karena kali ini kita akan beribadah sambil berhati-hati menghadapi pandemi COVID-19. Lebih dari biasanya, kita perlu memiliki gaya hidup yang baik, agar tubuh tetap sehat selama beribadah.

Secara umum, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk menjaga kesehatan selama Ramadhan. Di antaranya, dengan tetap mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat yang cukup, minum air sebanyak dua liter setiap hari, dan juga memiliki gaya hidup yang teratur. Selain itu, kita juga perlu untuk memperhatikan kondisi kesehatan khusus yang dimiliki sebelumnya, sekaligus tetap berolahraga pada saat yang memungkinkan.

1. Konsumsi Makanan Bergizi Saat Sahur dan Berbuka Puasa

Kunci utama dari menjaga tubuh tetap bugar adalah mengonsumsi makanan bergizi. Saat puasa di tengah pandemi COVID-19, Anda bisa menerapkannya saat sahur dan berbuka puasa.

a.Sahur

Jangan sampai kita melewatkan sahur saat puasa karena ini bisa mengakibatkan menjadi lemas dan tubuh tidak bugar selama seharian penuh. Pilihlah makanan yang mengandung pati untuk memperoleh energi dan juga berserat tinggi, agar puasa dapat dijalani dengan lancar selama pandemi COVID-19 masih terjadi.

Selain itu, makanan mengandung serat yang  tinggi dapat membantu kita merasa lebih kenyang serta juga baik untuk pencernaan. Berikut beberapa rekomendasi makanan yang bisa dikonsumsi saat

  • Kurma
  • Alpukat
  • Daging ayam
  • Daging sapi
  • Sayur sayuran

Selain makanan mengandung serat tinggi, makanan mengandung protein juga bisa menjadi pilihan. Dilansir dari Healthline, beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi sekitar 30% kalori makanan dari protein dapat mengurangi rasa lapar.

b. Buka puasa

Saat buka puasa, hindari makan secara berlebihan. Hal ini justru dapat menyebabkan perut merasa kembung. Sebaiknya, berbukalah dengan air putih, makanan rendah lemak,  juga tidak makan makanan yamg di goreng seperti bakwan, risol, goreng tempe,& pastel , dan makanan yang mengandung gula alami untuk memberi energi pada tubuh, seperti jus dan smoothies tanpa pemanis tambahan, kurma, buah, atau sup.

Setelah berbuka puasa, makanlah makanan dengan gizi yang seimbang, terdiri dari karbohidrat, protein, dan serat. Makanan dengan gizi seimbang dapat menjaga tubuh tetap bugar saat puasa dan selama pandemi COVID-19.

2. Cukupi Kebutuhan Air

Di saat berbuka puasa, banyak orang yang lebih suka minum-minuman manis dan melupakan air putih. Padahal, air putihlah yang lebih dibutuhkan tubuh untuk menjaga sistem imun tubuh.

Baca Juga  Menjalankan Profesi Sebagai Upaya Bela Negara

Tidak ada yang melarang untuk melepaskan dahaga haus dengan minuman manis yang dingin itu, tapi kalau bisa, dahulukanlah air putih.

Dehidrasi bisa mengakibatkan lemas dan lelah saat puasa. Untuk itu, kita harus tetap memenuhi kebutuhan air saat puasa, yaitu delapan gelas sehari, agar tubuh tetap bugar. Kita bisa melakukannya ketika sahur, berbuka puasa, dan menjelang tidur untuk memenuhi kebutuhan cairan tersebut. Hal ini juga perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh selama pandemi COVID-19. Agar terhindar dari dehidrasi kita harus makanan dan minuman seperti:

a. Minum berkafein

Kopi, teh, dan cokelat adalah jenis makanan dan minuman yang mengandung kafein. Zat ini diketahui memiliki efek stimulan dan diuretik yang bisa memicu kandung kemih lebih aktif, sehingga Anda akan lebih sering buang air kecil ketika mengonsumsinya.

b. Minuman beralkohol

Mengonsumsi minuman beralkohol tidak membuat asupan cairan dalam tubuh terpenuhi. Hal ini karena alkolol bersifat diuretik, sehingga membuat Anda lebih sering buang air kecil. Selain itu kebiasaan mengonsumsi alkohol tidak hanya dapat membuat Anda rentan dehidrasi, tetapi juga bisa merusak organ-organ tubuh, seperti hati, ginjal, otak, dan jantung.

c. Makanan ringan

Makanan ringan, seperti kentang goreng, keripik kentang, dan aneka jenis gorengan, umumnya mengandung banyak garam atau natrium. Asupan garam yang tinggi ini bisa menyebabkan produksi urine meningkat dan membuat Anda lebih sering buang air kecil, sehingga berisiko memicu dehidrasi.

3.Perhatikan Kondisi Kesehatan Khusus

Selama bulan Ramadhan, kita juga perlu memperhatikan kondisi kesehatan khusus yang dialami. Misal, bagi Anda yang kerap bermasalah dengan maag atau gastritis, agar puasa lancar, hindari mengkonsumsi makanan yang bisa membuat kondisi ini kambuh. Artinya, Anda perlu membatasi makanan yang terlalu pedas dan berminyak, maupun minuman seperti kopi dan soda. Bila pun ingin mengkonsumsinya, usahakan untuk hanya mengambil dalam jumlah sedikit.

Selain itu, Anda yang memiliki kondisi kesehatan khusus lainnya bisa juga untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menjalani puasa. Ini dimaksudkan agar kita tetap bisa mengonsumsi obat-obatan atau vitamin yang diperlukan selama puasa berlangsung, agar kesehatan tubuh tetap terjaga.

4.Tidur yang Cukup

Tidur yang cukup dapat mengurangi stres. Adapun mengontrol stres sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan mental dan fisik di tengah pandemi COVID-19

Selain itu, tidur juga baik untuk menjaga kebugaran tubuh saat puasa. Pastikan kita mendapatkan durasi tidur selama 6-8 jam sehari agar tidak mudah lelah saat puasa dan selama COVID-19.

Jadi itu lah tips menjaga kesehatan dimasa pandemi covid pada  saat  bulan Ramadhan,  kita juga harus makan makan yang sehat dan bergizi untuk memenuhi gizi yang hilang pada saat puasa di siang hari dan kalau bisa kita menjauhi makan makanan yang tidak sehat yang akan menyebabkan di siang hari kita akan  terasa lemas.***

Baca Juga : Perdebatan Di Masyarakat Tentang Vaksin Covid-19

*Penulis adalah Mahasiswa Teknik Industri Universitas Pamulang

Tags:

Related Posts

Leave a Reply