Universitas Pamulang Kembangkan PLTS di Kampung Ekowisata Keranggan

TangselMedia-Kampung Ekowisata Keranggan secara geografis dilintasi sungai Cisadane tidak jauh dari pusat kota BSD, dengan keadaan alamnya yang masih alami dan asri serta mata pencaharian penduduk sebagian sebagai pelaku UMKM home industri aneka keripik. Kampung Wisata Keranggan merupakan satu-satunya wisata berbasis masyarakat di kota Tangerang Selatan yang dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Keranggan dan sudah terintegrasi antara lain memiliki alam wisata yang masih asri di sepanjang susur sungai Cisadane, terbentuknya para pelaku UMKM home industri aneka keripik & kacang sangrai sebagai pusat oleh-oleh khas Keranggan, memiliki atraksi wisata berupa wisata sungai, Jungle Trek, Camping Ground, wisata edukasi Agro dan Social Enterpreneur Camp serta atraksi seni dan budaya.

Gambar 1. Sosialisasi pengembangan dan penerapan energi ramah lingkungan untuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) ekowisata Kampung Keranggan

Universitas Pamulang sebagai salah satu lembaga pendidikan di lingkungan tangerang selatan ikut andil dalam pengembangan kampung eko wisata Kampung Keranggan dengan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang didanai oleh DIKTI (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi) melalui program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) menerapkan energi ramah lingkungan pembangunan PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) untuk penerangan jalan dan lokasi eko wisata Kampung Keranggan, Kota Tangerang Selatan. Dimulai dengan sosialisasi acara pengembangan dan penerapan energi ramah lingkungan untuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) ekowisata Kampung Keranggan pada hari Rabu 22 Desember 2021, dilanjutkan pelatihan dan perancangan alat untuk implementasi PLTS serta acara ditutup pada hari Jumat 24 Desember 2021 dengan pemasangan solar panel di lokasi eko Wisata.

Acara dibuka oleh Bapak Wibowo perwakilan dari Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan, dan sambutan oleh Bapak Alwani, Spd Ketua Pokdarwis Kampung Ekowisata Keranggan. Bapak Ariyawan Sunardi, S.Si., M.T. selaku ketua PKM dari Universitas Pamulang dan juga Ketua Program Studi Teknik Elektro, Universitas Pamulang mengatakan dengan pengelolaan yang terpadu dan didampingi beberapa Perguruan Tinggi, Kampung Wisata Keranggan berpotensi  menggerakkan ekonomi daerah, melestarikan  lingkungan dan mensejahterakan masyarakat disekitar kawasan yang dikembangkan sebagai kelompok sadar Wisata Kampung Keranggan.

Gambar 2. Pelatihan, perancangan dan pemasangan alat Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Dalam pengembangan tempat kelompok sadar Wisata Kampung Keranggan ini, banyak sekali pelaku usaha UMKM yang berada di tempat ini yang membutuhkan energi atau sumber listrik untuk di gunakan sebagai daya peralatan elektronik atau penerangan jalan. Sesuai dengan fakta di lapangan tersebut, maka di dapatkan beberapa permasalahan yaitu PJTS air dan lampu sudah menggunakan batterei, tetapi hanya sampai pukul 22.00 wib. Selain itu permasalahan lainnya  yaitu penerangan jalan dari pusat ekowisata menuju homestay masih kurang.

Baca Juga  PKM Mahasiswa Teknik Mesin Universitas Pamulang Lakukan Perawatan Dan Penanganan Troubleshooting Sistem Karburator Kendaraan Roda Dua

Adapun tujuan yang ingin di capai yaitu untuk memasang atau menginstal solar cell dan untuk merangkai solar cell ke tempat warga masyarakat supaya lebih hemat dan lebih nyaman dalam melaksanakan kegiatan usaha. Selain itu pemasangan solar cell sebagai energi yang ramah lingkungan ini mempunyai manfaat yang sangat banyak bagi masyarakat yaitu penghematan biaya listrik, lebih mudah dalam hal perawatannya dan memberikan wawasan yang lebih mengenai energi terbarukan ini serta memberikan kenyamanan.

Dampak positifnya setelah masuk nominasi 300 ini, kini banyak orang ingin tahu apa itu Kampung Keranggan. Secara bersamaan memunculkan rasa bangga bagi masyarakat Tangsel. Bukan saja yang bangga warga Keranggan semata. Sehingga potensi ekonomi ke depan akan besar. Termasuk mampu berkontribusi kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD). Di atas lahan 20 hektar yang kini baru dikembangkan 1 persen, berharap meningkat dengan cepat, minimal 10 persen usai masuk nasional. Karena memang tujuannya selalu ada perubahan.***

 

Tags:

Related Posts

Leave a Reply