Dekopinda Tangsel ‘Nyaba’ UMKM

TangselMedia – Ketua Dekopinda Tangsel H. Dudung E Diredja beserta Sekjen dan Kepala Bidang Dekopinda, melakukan kunjungan atau menyaba beberapa pelaku UMKM yang ada di Tangsel, Kamis 16 Februari 2017. Dekopinda punya pogram “Dekopinda Saba MKM” dengan tujuan memantau kondisi dan perhatian ke mereka.

“Kunjungan ini adalah merupakan salah satu bentuk perhatian Dekopinda terhadap keberadaan para pelaku UMKM yang ada di Kota Tangsel, terutama kepada mereka yang sudah termasuk dalam binaan koperasi”, papar Ketua Dekopinda ini.

H. Dudung (paling kiri) berpose bersama pemilik Sagon Bakar. (sumber foto: TangselMedia)

Selain itu, kunjungan tersebut dimaksud untuk membangkitkan dan meningkatkan peran koperasi dan UMKM yang ada di Tangsel  agar dapat menjadi lebih maju lagi di masa yang akan datang.

Tempat pertama yang dikunjungi adalah produksi ‘Sagon Bakar’ milik Irma Husnul Hotimah, yang berada di Pamulang Estate. Di tempat produksi ini, selain melihat langsung proses pembuatan sagon bakar, H. Dudung juga mencicipi sagon bakar yang menjadi juara UKM Award 2016 ini.

Menurut H. Dudung, Dekopinda sangat mendukung kegiatan-kegiatan home industry seperti ‘Sagon Bakar’ ini dan berharap agar sagon bakar segera bergabung dengan koperasi sesuai dengan kebijakan Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany: ‘Satu koperasi seribu UKM’.

“Sagon Bakar milik bu Irma ini sudah menjadi juara nasional, bahkan kami mendengar sudah dilirik oleh satu maskapai penerbangan terbesar milik pemerintah, ini merupakan peluang yang luar biasa. Untuk itu kami berpesan agar yang dijual jangan hanya produknya saja, namun juga brand-nya, dengan begitu merk-nya pun akan semangkin terkenal”, ujar pria yang juga menjabat sebagai Dirut P.T. PITS ini.

H. Dudung bersama Alwani (batik biru) ketua koperasi Cipta Boga. (sumber foto: TangselMedia)

Selain mengunjungi produksi sagon bakar, H. Dudung beserta jajaran Dekopinda Tangsel juga mengunjungi Koperasi Cipta Boga yang berada di Desa Kranggan Setu. Koperasi ini menjual bermacam-macam produk, seperti: kripik singkong, kripik tempe, minyak makan dan masih banyak lagi. Namun yang menarik dari koperasi ini adalah produksi paper bag-nya, dimana dalam pembuatannya melibatkan banyak masyarakat yang ada di sekitar koperasi.

“Dalam produksi, kami melibatkan warga yang ada di sekitar seperti ibu-ibu rumah tangga, mereka ambil kertas di koperasi, lalu pengerjaannya mereka bawa pulang, jadi mereka bisa kerjakan setelah selesai kerjaan rumah. Rata-rata mereka menghasilan Rp. 40.000,- sampai Rp. 50.000,- sehari, lumayan untuk penghasilan tambahan”, Ujar Alwani, ketua Koperasi Cipta Boga.

Atas sistem yang diterapkan tersebut, H. Dudung memberikan apresiasi, karena hal ini telah sesuai dengan tujuan suatu Koperasi dan ia berharap dapat dicontoh oleh koperasi-koperasi yang lain di Tangsel. (ISK)

Tags:
Rate this article!
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply